Pemerintah Dorong Otomotif Beradaptasi dengan Tren AI dan Semikonduktor
Pemerintah mendorong industri otomotif nasional beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan dan semikonduktor yang kian menentukan daya saing kendaraan.
Oleh Kevin Mikael Januar
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Jakarta — Pemerintah mendorong industri otomotif nasional beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan dan semikonduktor yang kian menentukan daya saing kendaraan di pasar global. Dorongan ini terkait strategi Indonesia memperkuat keterhubungan dengan ekosistem teknologi dunia melalui pengembangan semikonduktor, kerja sama dengan pelaku industri global, serta keikutsertaan dalam organisasi kerja sama kecerdasan buatan.
Menurut penjelasan pemerintah, kecanggihan teknologi berbasis artificial intelligence dan semikonduktor kini menjadi faktor penting dalam peningkatan produktivitas dan mutu produk industri, termasuk sektor otomotif. Pemerintah menilai produsen kendaraan harus mengikuti perubahan ini agar tidak tertinggal dari negara lain yang lebih dulu mengadopsi teknologi cerdas dan komponen chip berperforma tinggi.
Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa permintaan global semikonduktor diproyeksikan terus meningkat dan salah satu pendorong utamanya adalah sektor otomotif. Dalam kerangka kebijakan industri, pemerintah menargetkan pengembangan kendaraan listrik dan memperkuat ekosistem semikonduktor untuk mendukungnya, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menguasai desain dan produksi chip.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan, strategi penguatan ekosistem semikonduktor dilakukan melalui penyusunan peta jalan komprehensif, program beasiswa dan magang desain sirkuit terpadu, dukungan riset, serta penyusunan standar kompetensi kerja nasional di bidang semikonduktor. Upaya ini diharapkan menciptakan tenaga terampil yang dapat mendukung industri otomotif yang semakin bergantung pada komponen elektronik canggih.
Pemerintah juga menekankan pentingnya memperkuat rantai pasok dan kapasitas produksi dalam negeri agar industri nasional mampu mengambil peluang dari pergeseran teknologi ke kendaraan yang sarat sensor, perangkat lunak, dan konektivitas. Selain penguasaan teknologi, pelaku industri dinilai perlu menjalin kemitraan dengan perusahaan global untuk mempercepat transfer pengetahuan dan akses ke teknologi terbaru.
Di tingkat internasional, Indonesia memperkuat posisinya dalam tata kelola kecerdasan buatan dengan menjadi salah satu negara pendiri organisasi kerja sama kecerdasan artifisial dunia atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Organisasi ini dibentuk untuk mendorong kerja sama, standar etika, dan tata kelola global dalam pengembangan AI, sekaligus menjadi forum bagi negara anggota untuk mengamankan manfaat ekonomi dan sosial dari teknologi tersebut.
Keikutsertaan Indonesia sebagai anggota pendiri WAICO dipandang pemerintah sebagai kesempatan untuk memperdalam kerja sama di bidang AI, infrastruktur digital, dan riset teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan global mengenai regulasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan domestik yang sedang menyiapkan peta jalan nasional AI dan ekosistem semikonduktor.
Melalui kombinasi penguatan teknologi semikonduktor, adopsi AI, dan partisipasi aktif dalam kerja sama internasional, pemerintah berharap industri otomotif nasional dapat meningkatkan daya saing dan perannya dalam rantai produksi global. Perusahaan otomotif di Indonesia didorong untuk menyesuaikan strategi bisnis dan investasi dengan tren ini, termasuk membuka ruang kolaborasi dengan pelaku teknologi, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.
Sumber
Berita berikutnya

Dimensity 9600 Pro: Memahami Dua NPU dan Batas Klaim Performa Ponsel
Dimensity 9600 Pro membawa dua unit pemrosesan AI dan dukungan memori baru. Kemampuan cip perlu dibedakan dari fitur serta hasil uji ponsel yang memak…
Baca juga



