Kabar18.com

Sabtu, 17 Oktober 2026

Pemerintah Pantau 10.070 KDKMP untuk Pangan Murah

Pemerintah memantau 10.070 KDKMP selama delapan hari. Koperasi disiapkan menjual beras bersubsidi dan menyalurkan bantuan pangan bagi warga.

Oleh

· 2 menit baca

Jakarta — Pemerintah memantau operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di 10.070 titik selama delapan hari untuk memperluas akses pangan murah dan menyalurkan bantuan beras kepada warga pada Oktober 2026.

Pemantauan dilakukan serentak mulai Kamis (15/10) dan mencakup kesiapan barang, sarana operasional, serta pola pelayanan koperasi. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau sejumlah KDKMP di Bumisari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan; Sobokerto, Boyolali, Jawa Tengah; Sonorejo, Kediri; dan Tambakrejo, Sidoarjo, Jawa Timur.

KDKMP disiapkan sebagai simpul distribusi kebutuhan masyarakat, penyedia layanan, dan pasar bagi produk desa. Barang bersubsidi yang menjadi fokus pemantauan meliputi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), MinyaKita, elpiji tiga kilogram, serta pupuk. Beras bersubsidi dapat dibeli masyarakat dengan harga Rp12.500 per kilogram.

KDKMP Bumisari di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, juga disiapkan sebagai titik penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Oktober-Desember. Penyaluran bantuan tersebut direncanakan mulai pekan ini. Secara nasional, bantuan pangan menyasar sekitar 33,2 juta masyarakat dengan alokasi 30 kilogram beras untuk tiga bulan.

Operasional Koperasi Menentukan Akses Pangan di Daerah

Pemantauan di 10.070 titik memberi perhatian pada ketersediaan komoditas dan kesiapan fasilitas agar koperasi dapat melayani kebutuhan warga. Pengawasan melibatkan kementerian, pemerintah daerah, kepala daerah, serta aparat kewilayahan di daerah masing-masing.

Program ini menghubungkan layanan koperasi dengan distribusi bahan pokok dan bantuan pangan. Bagi warga, KDKMP menjadi titik pembelian beras bersubsidi sekaligus saluran bantuan beras bagi penerima yang memenuhi ketentuan. Bantuan pangan gratis diprioritaskan bagi masyarakat desil 1 dan 2.

Pemerintah mengalokasikan sekitar 1 juta ton beras untuk bantuan pangan dan intervensi pangan bersubsidi. Pemantauan selama delapan hari dilakukan untuk memeriksa barang yang tersedia, kebutuhan yang belum terpenuhi, serta perbaikan operasional yang masih diperlukan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.