Pertamina Latih 28 UMKM Jakarta untuk Menembus Pasar Ekspor
PT Pertamina (Persero) melatih 28 peserta UMKM mitra binaan pada 8–10 Oktober 2026 untuk memperkuat kesiapan ekspor dan mengikuti Trade Expo Indonesia 2026.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — PT Pertamina (Persero) membekali 28 peserta dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mitra binaan dengan Pelatihan Ekspor dan Teknik Promosi Produk Ekspor pada 8–10 Oktober 2026.
Pelatihan tersebut diselenggarakan bersama Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan. Peserta berasal dari UMKM mitra program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Group yang dipersiapkan untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Materi pelatihan diarahkan untuk membantu peserta mengoptimalkan peluang bisnis internasional. Peserta dibekali pengetahuan ekspor dan teknik promosi produk untuk memperkenalkan keunggulan barang, mengidentifikasi peluang pasar, membangun hubungan dengan calon pembeli, serta menindaklanjuti peluang bisnis.
Pelatihan menyiapkan UMKM menghadapi pasar ekspor
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama diikuti 28 peserta pada 8–10 Oktober 2026, sedangkan tahap kedua dijadwalkan setelah penyelenggaraan TEI 2026. Pertamina menyebut kegiatan ini bagian dari program UMK Go Global yang dijalankan secara rutin selama tiga tahun terakhir.
Kepala PPEJP Abu Amar mengatakan peserta perlu menyusun rencana aksi promosi yang konkret agar pengetahuan dari pelatihan dapat diterapkan dalam pengembangan bisnis ekspor. Rencana tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memaksimalkan pertemuan dengan calon pembeli dan mengubah kontak bisnis menjadi kontrak.
Pertamina berharap UMKM mitra binaan semakin siap mengikuti TEI 2026 dan kegiatan perluasan pasar lainnya. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing UMKM di pasar global.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Inspirasi
LPEM FEB UI Ungkap Bisnis Perempuan Sulit Berkembang di Indonesia
LPEM FEB UI mencatat hanya 15% perusahaan milik perempuan berorientasi pada pertumbuhan. Rekomendasinya meliputi pendataan gender, pembiayaan sesuai k…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





