Prabowo Dorong Hilirisasi dan Kemandirian Energi di Indonesia
Agenda hilirisasi dan kemandirian energi Presiden Prabowo dikaitkan dengan pemikiran Sumitro serta Margono Djojohadikusumo menjelang dua tahun pemerintahannya.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mendorong hilirisasi, industrialisasi, dan kemandirian energi pada dua tahun pemerintahannya di Indonesia, sebagaimana diberitakan pada 17 Oktober 2026.
Agenda tersebut dikaitkan dengan pemikiran ekonom Sumitro Djojohadikusumo mengenai industrialisasi serta peran Margono Djojohadikusumo dalam merintis penguatan sistem keuangan nasional. Gagasan itu dinilai relevan dengan upaya memperkuat industri dalam negeri dan meningkatkan investasi domestik.
Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, program hilirisasi disebut menunjukkan peningkatan signifikan dan memperbesar kontribusinya terhadap investasi nasional. Pemerintah juga menyelaraskan percepatan hilirisasi dengan penguatan ketahanan energi dan pengembangan energi bersih.
Salah satu kebijakan yang disebut dalam laporan adalah program biodiesel B50, yang diluncurkan Presiden Prabowo pada Juli 2026. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik dalam mendukung kebutuhan energi nasional.
Hilirisasi memperkuat agenda ekonomi nasional
Bagi pembaca, keterkaitan hilirisasi dengan industrialisasi dan energi menunjukkan bahwa pengolahan sumber daya di dalam negeri ditempatkan sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional. Kementerian Investasi dan Hilirisasi juga mendorong investasi energi baru terbarukan, termasuk tenaga surya, tenaga air, dan panas bumi.
Laporan Republika menyebut hilirisasi sebagai bagian dari mandat konstitusi. Kekayaan alam diproses melalui program hilirisasi agar penggunaannya diarahkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Metro TV dan Media Indonesia turut melaporkan bahwa agenda tersebut menjadi sorotan menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Metro TV melaporkan pemerintah akan melanjutkan penguatan hilirisasi dan transisi energi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. Media Indonesia juga menyebut ketersediaan energi yang andal dan kompetitif sebagai fondasi bagi keberlanjutan industri pengolahan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Terbaru di Tokoh

Berita utama hari ini

Baca juga



