Kabar18.com

Minggu, 18 Oktober 2026

Komisi IV DPR Minta Prabowo Buka Data Perusahaan Terkait Karhutla

Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman meminta Presiden Prabowo membuka data perusahaan yang dikaitkan dengan konsesi dan titik panas karhutla pada 16 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan hutan rawa dengan pepohonan tinggi dan permukaan air tertutup tumbuhan hijau.
Ilustrasi: Pemandangan hutan rawa dengan pepohonan tinggi dan permukaan air tertutup tumbuhan hijau. · Foto: Mick Haupt / Pexels

Sumatra dan Kalimantan — Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman, meminta Presiden Prabowo Subianto membuka data perusahaan yang teridentifikasi berkaitan dengan konsesi lahan dan titik panas kebakaran hutan dan lahan pada 16 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Jika pemerintah menindaklanjuti desakan ini, publik dapat memperoleh klarifikasi mengenai perusahaan yang dikaitkan dengan konsesi dan titik panas karhutla.

Alex menyampaikan desakan itu melalui keterangan resmi. Ia meminta pemerintah dan aparat penegak hukum menjelaskan hasil pendataan serta langkah terhadap perusahaan yang diduga berkaitan dengan karhutla.

Data perusahaan

Menurut laporan Liputan6.com dan BeritaSatu, Alex menyoroti data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia dan Greenpeace Indonesia yang menyebut 52 perusahaan terafiliasi dengan modal asal Malaysia dan Singapura serta dikaitkan dengan karhutla di Indonesia.

Alex mengatakan keterbukaan data diperlukan agar informasi mengenai dugaan keterkaitan perusahaan dengan karhutla tidak menjadi polemik antarnegara. Ia juga meminta pemerintah memberikan klarifikasi dan mengambil tindakan yang jelas.

Namun, keberadaan titik panas di area konsesi tidak otomatis membuktikan bahwa pemegang konsesi menjadi penyebab kebakaran. Laporan yang dikutip CNN Indonesia menyebut perusahaan-perusahaan tersebut belum dinyatakan bersalah memicu kebakaran dan laporan investigasi itu tidak menyimpulkan adanya pelanggaran hukum.

Permintaan kepada pemerintah

Alex mengaitkan desakannya dengan pernyataan Presiden Prabowo mengenai “terorisme ekologi” dalam rapat terbatas pada 16 September 2026. Ia meminta pernyataan tersebut diikuti penindakan terhadap perusahaan yang terbukti terlibat.

Permintaan pembukaan data itu merupakan desakan dari Komisi IV DPR. Pemerintah belum mengumumkan keputusan mengenai pembukaan data perusahaan yang diminta Alex dalam laporan yang diperiksa.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    Kabut Asap Menutupi Panorama Danau Toba

    Pariwisata

    Kabut Asap Menutupi Panorama Danau Toba

    Kabut asap menutupi panorama Danau Toba pada 18 Oktober 2026. BMKG menyebut asap berasal dari titik panas di Sumatera bagian selatan dan terbawa angin…

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.