Prabowo Panggil Friderica Widyasari ke Istana Jakarta
Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi ke Istana Kepresidenan, Jakarta, saat pasar modal menghadapi tekanan terkait rencana perubahan status oleh MSCI.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 19 Oktober 2026. Friderica tiba sekitar pukul 15.55 WIB dan datang dengan membawa laporan untuk disampaikan kepada Presiden.
Pemanggilan berlangsung ketika pasar modal Indonesia mendapat tekanan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan konsultasi terkait rencana perubahan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Friderica belum memastikan apakah dampak langkah MSCI menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Sejumlah pejabat ekonomi juga hadir di Kompleks Istana Kepresidenan. Mereka antara lain Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan Direktur Utama PLN Suroso Isnandar juga terlihat hadir, menurut laporan Tempo.
Pemanggilan berlangsung saat pasar modal tertekan
Friderica mengatakan belum mengetahui secara pasti agenda pertemuan ketika tiba di Istana. Ia menyebut telah menyiapkan laporan dan akan memberikan pembaruan kepada media setelah rapat. Laporan CNBC Indonesia menyebut pemanggilan terjadi di tengah penurunan kinerja indeks harga saham gabungan sejak Jumat akibat sentimen terkait MSCI.
Laporan Tempo menyebut sejumlah pejabat mulai hadir sekitar pukul 16.00 WIB. Kehadiran pimpinan OJK dan Bank Indonesia bersama jajaran ekonomi pemerintah menempatkan pertemuan itu dalam konteks kondisi pasar serta perekonomian nasional, tetapi substansi pembicaraan belum dijelaskan sebelum rapat berlangsung.
Friderica juga belum menyatakan langkah konkret OJK untuk merespons tekanan pasar. Karena itu, informasi yang tersedia pada saat kedatangannya baru mencakup pemanggilan Presiden, persiapan laporan OJK, dan belum pastinya agenda rapat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pemerintahan
Airlangga Nilai Situasi Indonesia Stabil Menjelang Tahun Kedua Prabowo-Gibran
Airlangga Hartarto menilai situasi politik, ekonomi, dan sosial relatif stabil menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Pemerintah masih menge…
Terbaru di Tokoh

Baca juga





