Kabar18.com

Selasa, 20 Oktober 2026

Dudung Sebut Hercules Dikerahkan untuk Atasi Karhutla di Indonesia

Dudung Abdurachman menyebut pemerintah memperkuat penanganan karhutla dengan personel gabungan dan operasi udara. Hercules akan mendukung modifikasi cuaca menggunakan es kering.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pesawat angkut militer terparkir di landasan udara di depan hanggar.
Ilustrasi: Pesawat angkut militer terparkir di landasan udara di depan hanggar. · Foto: Miguel Cuenca / Pexels

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menyatakan pemerintah mengerahkan kekuatan darat dan udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia pada 20 Oktober 2026.

Presiden Prabowo Subianto meminta Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Agus Subiyanto menggunakan pesawat Hercules untuk mendukung operasi modifikasi cuaca dengan menyemai es kering. Sebelumnya, operasi tersebut dilakukan menggunakan pesawat Casa.

Dudung mengatakan penanganan karhutla diarahkan berlangsung secara masif. Pemerintah juga mengerahkan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan aparat lain untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Penggunaan es kering ditujukan untuk membantu melabilkan atmosfer agar asap yang terperangkap dapat naik dan menyebar. Pemerintah berharap langkah tersebut mengurangi konsentrasi asap dan memperbaiki jarak pandang. Operasi ini berbeda dari modifikasi cuaca untuk merangsang hujan karena penyemaian es kering berfokus pada penguraian asap.

Operasi udara memperluas penanganan karhutla

Kabut asap dapat mengganggu kesehatan, mobilitas, dan aktivitas penerbangan di wilayah terdampak. Perintah pengerahan Hercules memperbesar dukungan udara yang sebelumnya menggunakan pesawat Casa, sementara personel gabungan tetap menangani kebakaran melalui operasi darat.

Arahan itu disampaikan dalam rapat terbatas penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, pada 19 Oktober 2026. Penanganan dilakukan tanpa menunggu hujan dan mencakup penyiraman air dari udara atau water bombing.

Kondisi lahan gambut membuat penanganan kebakaran tidak mudah. Asap yang terperangkap perlu diurai agar konsentrasinya berkurang dan jarak pandang membaik.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.