Karhutla Indonesia Picu Jerebu Lintas Batas Asia Tenggara
Kebakaran hutan dan lahan Indonesia menyebarkan kabut asap ke sejumlah negara Asia Tenggara. Singapura menduga tujuh perusahaan terkait lonjakan titik panas dan jerebu lintas batas.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia memicu kabut asap lintas batas ke Singapura, Malaysia, Kamboja, dan Filipina pada 2026.
Pemerintah Singapura, melalui Badan Lingkungan Nasional atau National Environment Agency (NEA), menduga tujuh perusahaan yang beroperasi di Indonesia berkaitan dengan lonjakan titik panas dan sebaran jerebu lintas batas.
Asap dari kebakaran di Sumatra dan Kalimantan menyebar ke negara-negara tetangga, termasuk Singapura, Malaysia, Timor-Leste, dan Filipina. Kamboja tidak termasuk dalam daftar negara yang terdampak.
Jerebu lintas batas berdampak pada kesehatan dan kebijakan kawasan
Kabut asap menurunkan kualitas udara di negara-negara yang terdampak. Kualitas udara di wilayah barat Singapura mencapai kategori tertinggi dalam klasifikasi nasional pada 14 Oktober 2026. Asap juga mengganggu aktivitas masyarakat dan mendorong respons di tingkat kawasan.
Singapura telah mengirimkan notis kepada tujuh perusahaan yang diduga terkait kebakaran. Perusahaan-perusahaan itu adalah PT Bumi Andalas Permai, PT Bumi Mekar Hijau, PT Paramitra Mulia Langgeng, PT Sumatera Alam Anugerah, PT SBA Wood Industries, PT Hutan Lestari Raya, dan PT Bangkanesia.
Dampak kebakaran melampaui batas Indonesia dan menjadi persoalan lingkungan serta kesehatan publik di Asia Tenggara. Sebaran asap tersebut menunjukkan bahwa kebakaran di satu negara dapat memengaruhi kualitas udara dan aktivitas masyarakat di negara-negara tetangga. Pemerintah Singapura merespons dugaan kaitan perusahaan dengan lonjakan titik panas melalui notis kepada perusahaan yang disebutkan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pemerintahan
Asap Karhutla Masih Menyelimuti Ogan Komering Ilir
Asap kebakaran hutan masih menyelimuti Ogan Komering Ilir pada 18 Oktober 2026. Dampaknya dilaporkan terkait memburuknya udara Malaysia dan Singapura.
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga




