Prabowo Tekankan Persatuan Nasional dalam Sidang Kabinet di Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menekankan persatuan nasional dan ketahanan Indonesia saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta pada 21 Oktober 2026.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026, dan menekankan pentingnya persatuan nasional serta ketahanan Indonesia menghadapi kondisi global.
Dalam arahannya, Prabowo menyatakan Indonesia berada dalam kondisi harus bertahan atau survival. Ia mengaitkan keadaan itu dengan kebutuhan menyelamatkan kekayaan dan sumber daya alam, serta menempatkan kepentingan nasional dan rakyat sebagai prioritas.
Prabowo juga mengatakan perbedaan, kompetisi, kritik, dan koreksi tetap diperlukan dalam demokrasi. Namun, seluruh proses tersebut harus berujung pada terjaganya persatuan nasional. Ia menyebut politik yang dijalankannya sebagai politik persatuan nasional dengan merangkul berbagai kekuatan.
Persatuan menjadi arah pemerintah menghadapi ketidakpastian global
Pesan itu disampaikan ketika sidang kabinet membahas isu strategis dan mengevaluasi program kerja pemerintah. Sidang tersebut sekaligus menandai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam konteks global, Prabowo menyinggung perkembangan di Prancis, Italia, dan Eropa untuk menekankan bahwa persatuan diperlukan ketika negara menghadapi tekanan dan persaingan geopolitik.
Sidang dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri, kepala badan, Panglima TNI, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Gubernur Bank Indonesia, serta Ketua Otoritas Jasa Keuangan. Prabowo menyatakan koalisi pemerintahannya besar karena ia ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk memperbaiki kehidupan rakyat.
Dalam arahan yang sama, Presiden menempatkan ketahanan nasional, perlindungan kekayaan alam, dan persatuan bangsa sebagai bagian dari kepentingan nasional. Tidak ada agenda lanjutan yang disebutkan dalam laporan terkait setelah sidang kabinet tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
IHSG Dibuka Turun 1,52 Persen ke Level 5.247 di Jakarta
IHSG dibuka turun 80,75 poin atau 1,52 persen ke level 5.247 di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026. Sebanyak 535 saham terkoreksi, sementara 75 saham…
Terbaru di Tokoh

Baca juga





