Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

Prabowo Jelaskan Koalisi Besar dan Kritik Kabinet di Jakarta

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan koalisi besar untuk menyatukan kekuatan politik dan membela ukuran Kabinet Merah Putih dalam sidang di Jakarta.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan kursi di dalam auditorium kosong yang menghadap ke panggung kecil.
Ilustrasi: Deretan kursi di dalam auditorium kosong yang menghadap ke panggung kecil. · Foto: Nilo Velez / wordpress (Openverse), CC0

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan koalisi besar pemerintah dan menanggapi kritik terhadap ukuran Kabinet Merah Putih dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Prabowo mengatakan koalisi pemerintah dibentuk untuk merangkul sebanyak mungkin kekuatan politik. Menurut dia, penyatuan kekuatan itu diarahkan untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat.

Dalam sidang tersebut, Prabowo juga menanggapi tudingan bahwa kabinetnya gemuk dan tidak efisien. Ia menyebut Indonesia memiliki hampir 300 juta penduduk dan wilayah fisik sebesar Eropa. Karena itu, jumlah kabinet dinilai harus disesuaikan dengan beban kerja pemerintahan.

Prabowo membandingkan Indonesia dengan Eropa yang terdiri atas 30 negara. Menurut dia, Eropa memiliki 30 kabinet, sedangkan Indonesia menjalankan pemerintahan dengan satu kabinet. Ia menegaskan kabinet pemerintahannya dibentuk dengan mempertimbangkan kebutuhan kerja dan luasnya tanggung jawab negara.

Koalisi besar diarahkan untuk menyatukan kekuatan politik

Prabowo menyatakan persaingan politik di negara sebesar Indonesia berlangsung keras karena jumlah kursi terbatas dan hanya ada satu presiden. Ia meminta agar dinamika politik tidak mengganggu upaya pemerintah memperbaiki kehidupan rakyat.

Dalam pidato yang sama, Prabowo mengatakan pemerintah menghadapi kesulitan dan harus menyelamatkan kekayaan bangsa serta rakyat Indonesia. Ia menilai kekayaan Indonesia selama bertahun-tahun dibawa ke luar negeri melalui praktik yang disebutnya sebagai penipuan.

Prabowo juga menyinggung penyelundupan sebagai salah satu praktik yang merugikan negara. Ia mengatakan pemerintah tidak dapat terus bersikap naif atau berusaha menyenangkan semua pihak ketika menghadapi persoalan tersebut.

Sidang Kabinet Paripurna itu berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, dan menjadi forum bagi Prabowo untuk menyampaikan arah pemerintahan serta menjelaskan pilihan politik koalisi dan susunan kabinetnya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Politik

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.