Prabowo Jelaskan Koalisi Besar dan Kritik Kabinet di Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan koalisi besar untuk menyatukan kekuatan politik dan membela ukuran Kabinet Merah Putih dalam sidang di Jakarta.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan koalisi besar pemerintah dan menanggapi kritik terhadap ukuran Kabinet Merah Putih dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Prabowo mengatakan koalisi pemerintah dibentuk untuk merangkul sebanyak mungkin kekuatan politik. Menurut dia, penyatuan kekuatan itu diarahkan untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat.
Dalam sidang tersebut, Prabowo juga menanggapi tudingan bahwa kabinetnya gemuk dan tidak efisien. Ia menyebut Indonesia memiliki hampir 300 juta penduduk dan wilayah fisik sebesar Eropa. Karena itu, jumlah kabinet dinilai harus disesuaikan dengan beban kerja pemerintahan.
Prabowo membandingkan Indonesia dengan Eropa yang terdiri atas 30 negara. Menurut dia, Eropa memiliki 30 kabinet, sedangkan Indonesia menjalankan pemerintahan dengan satu kabinet. Ia menegaskan kabinet pemerintahannya dibentuk dengan mempertimbangkan kebutuhan kerja dan luasnya tanggung jawab negara.
Koalisi besar diarahkan untuk menyatukan kekuatan politik
Prabowo menyatakan persaingan politik di negara sebesar Indonesia berlangsung keras karena jumlah kursi terbatas dan hanya ada satu presiden. Ia meminta agar dinamika politik tidak mengganggu upaya pemerintah memperbaiki kehidupan rakyat.
Dalam pidato yang sama, Prabowo mengatakan pemerintah menghadapi kesulitan dan harus menyelamatkan kekayaan bangsa serta rakyat Indonesia. Ia menilai kekayaan Indonesia selama bertahun-tahun dibawa ke luar negeri melalui praktik yang disebutnya sebagai penipuan.
Prabowo juga menyinggung penyelundupan sebagai salah satu praktik yang merugikan negara. Ia mengatakan pemerintah tidak dapat terus bersikap naif atau berusaha menyenangkan semua pihak ketika menghadapi persoalan tersebut.
Sidang Kabinet Paripurna itu berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, dan menjadi forum bagi Prabowo untuk menyampaikan arah pemerintahan serta menjelaskan pilihan politik koalisi dan susunan kabinetnya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Tokoh
Prabowo Pimpin Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan di Jakarta
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, pada 21 Oktober 2026. Agenda ini menandai dua tahun pertama pe…
Terbaru di Politik

Baca juga



