Forum PAUD Asia-Pasifik Bahas Penguatan Sistem Anak Usia Dini di Jakarta
Forum pengembangan anak usia dini Asia-Pasifik berlangsung di Jakarta pada 20–22 Oktober 2026. Sekitar 150 peserta membahas layanan responsif iklim dan pendanaan berkelanjutan.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) menggelar 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development di Jakarta pada 20–22 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan sekitar 150 perwakilan pemerintah, pakar, peneliti, praktisi, mitra pembangunan, dan organisasi filantropi dari 16 negara untuk memperkuat sistem pengembangan anak usia dini.
ARNEC menyelenggarakan forum bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tanoto Foundation, Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), serta Koalisi Nasional PAUD-HI. Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman, pembelajaran bersama, dan perumusan langkah konkret bagi pengembangan anak usia dini di kawasan Asia-Pasifik.
Forum mengusung tema “From Knowledge to Collective Action: Strengthening Climate-Responsive and Well-Financed ECD Systems in Asia-Pacific”. Agenda utamanya mencakup penguatan layanan pendidikan anak usia dini yang responsif terhadap perubahan iklim dan mobilisasi pendanaan yang memadai, adil, serta berkelanjutan.
Forum menghubungkan isu iklim dan pendanaan PAUD
Hari pertama membahas pengembangan pendidikan anak usia dini yang responsif terhadap iklim serta perlindungan anak dari risiko perubahan lingkungan. Hari kedua berfokus pada pendanaan berkelanjutan, termasuk strategi mempertahankan investasi untuk anak usia dini dan pertukaran pengalaman pemerintah dalam mengelola sumber daya.
Hari terakhir mengangkat masa depan pendidikan anak usia dini melalui pembahasan kecerdasan buatan dan teknologi digital. Forum juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi suara dan perspektif anak dalam perumusan kebijakan serta layanan.
Bagi pembaca di Indonesia, forum ini mempertemukan pengalaman nasional dengan praktik dari negara Asia-Pasifik. Pembahasan tentang layanan yang tangguh terhadap perubahan iklim dan pendanaan berkelanjutan berkaitan langsung dengan upaya memastikan akses terhadap pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Peserta berasal dari Indonesia, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, India, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam. Sumber laporan menyebut rangkaian forum berlangsung selama tiga hari, dengan pembahasan yang bergerak dari isu iklim dan pembiayaan menuju teknologi digital serta partisipasi anak.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Teknologi
Komdigi Kaji Label Wajib Konten AI dan Peta Jalan 2026-2029
Wamenkomdigi Nezar Patria menyatakan Komdigi mengkaji aturan pelabelan konten AI dan menyusun Peta Jalan Nasional Kecerdasan Artifisial 2026-2029.
Terbaru di Pendidikan

Berita utama hari ini

Baca juga




