Kabar18.com

Selasa, 20 Oktober 2026

Willem Frans Ansanay Dukung Jokowi soal Ijazah Gibran di Jakarta

Ketua Umum Bara JP Willem Frans Ansanay mendukung pernyataan Joko Widodo soal dugaan operasi politik di balik polemik ijazah Gibran dan mengaitkannya dengan Pemilu 2029.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sertifikat dan gulungan kertas berpita hitam di atas latar merah muda bertabur konfeti.
Ilustrasi: Sertifikat dan gulungan kertas berpita hitam di atas latar merah muda bertabur konfeti. · Foto: Leeloo The First / Pexels

Jakarta — Pada 20 Oktober 2026, Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Willem Frans Ansanay menyatakan dukungan terhadap pernyataan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo mengenai polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi menyebut polemik ijazah dirinya dan Gibran sebagai operasi politik yang disertai dugaan adanya penumpang gelap. Willem menilai pernyataan tersebut memiliki alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Willem, persoalan ijazah Gibran tidak semata-mata berkaitan dengan dokumen pendidikan. Ia menduga polemik itu digunakan untuk menjegal Gibran dalam Pemilu 2029. Willem juga menyebut upaya membawa persoalan ijazah Gibran ke Mahkamah Konstitusi sebagai langkah yang ditujukan untuk menggugurkan Gibran dari posisi wakil presiden.

Willem mengatakan isu tersebut berpotensi berlanjut ke parlemen apabila upaya di Mahkamah Konstitusi tidak berhasil. Ia menghubungkan polemik ijazah Jokowi dan Gibran sebagai rangkaian gerakan politik, termasuk dugaan upaya melemahkan Presiden Prabowo menjelang Pemilu 2029.

Polemik ijazah dikaitkan dengan persiapan Pemilu 2029

Bagi pembaca, pernyataan ini menunjukkan bahwa polemik ijazah telah ditempatkan oleh Bara JP dalam konteks persaingan politik nasional. Gibran disebut sebagai figur yang berpotensi memiliki kekuatan politik, sehingga isu yang menyangkut posisinya dinilai dapat berdampak pada persiapan menuju Pemilu 2029.

Willem juga menyatakan Bara JP sejak awal menduga isu ijazah Jokowi merupakan permulaan dari gerakan politik yang kemudian bergeser kepada Gibran. Ia menyebut kemungkinan isu serupa diarahkan kepada Prabowo sebagai dugaan operasi politik berikutnya.

Dalam keterangannya, Willem mengaitkan dugaan tersebut dengan upaya pemakzulan Gibran melalui Mahkamah Konstitusi dan kemungkinan pembahasan lanjutan di parlemen. Tidak ada langkah lanjutan lain yang disebutkan dalam laporan tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Tokoh

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.