Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

Restoran dan Kafe Berpotensi Terdampak Downgrade Lifestyle

Restoran dan kafe termasuk sektor yang berpotensi terdampak tren downgrade lifestyle. Konsumen mengurangi belanja nonpokok, menunda barang mahal, dan memilih produk lebih terjangkau.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Meja dan kursi kayu kosong di dalam kafe dekat jendela besar berhiaskan tanaman hias.
Ilustrasi: Meja dan kursi kayu kosong di dalam kafe dekat jendela besar berhiaskan tanaman hias. · Foto: Pramod Tiwari / Pexels

Jakarta — Laporan 20 Oktober 2026 menyebut restoran dan kafe termasuk sektor yang berpotensi terdampak tren downgrade lifestyle di Indonesia pada 2026. Perubahan pola konsumsi membuat masyarakat mengurangi belanja nonpokok, menunda pembelian barang mahal, atau memilih produk yang lebih terjangkau.

Bisnis.com melaporkan otomotif, properti, restoran dan kafe, ritel, serta hiburan perlu mencermati perubahan tersebut. Dampaknya terutama berpotensi dirasakan usaha yang bergantung pada belanja diskresioner, yakni pengeluaran yang bukan kebutuhan wajib.

Pada sektor restoran, kafe, pariwisata, dan perhotelan, konsumen dapat mengurangi frekuensi makan di luar atau memilih perjalanan dan akomodasi yang lebih hemat. Pola ini berpotensi menekan pendapatan pelaku usaha apabila berlangsung luas.

Perubahan belanja memengaruhi usaha nonpokok

Downgrade lifestyle merujuk pada penurunan standar pengeluaran dibandingkan sebelumnya. Bentuknya antara lain mengurangi belanja barang nonpokok, beralih ke produk yang lebih murah, serta memangkas anggaran rumah tangga.

Laporan RRI pada 18 Oktober 2026 juga menyebut restoran, kafe, pariwisata, dan perhotelan sebagai bidang yang berpotensi merasakan perubahan pola belanja. Konsumen dapat mengurangi kegiatan makan di luar tanpa sepenuhnya menghentikannya.

Namun, dampaknya tidak merata. Sebagian usaha dengan harga lebih murah justru berpeluang memperoleh tambahan permintaan dari konsumen yang menyesuaikan pengeluaran. Laporan Bisnis.com juga menyebut konsumsi rumah tangga secara nasional masih terus bertambah.

Perubahan ini memberi sinyal kepada pelaku usaha untuk mencermati pergeseran prioritas belanja masyarakat. Sektor yang menawarkan pilihan lebih terjangkau dapat menjadi alternatif ketika konsumen menahan pembelian barang mahal dan mengurangi pengeluaran sekunder.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Gaya Hidup

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.