Kasus ISPA Dampak Karhutla Capai 306.309 di Indonesia
Kementerian Kesehatan mencatat 306.309 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla per 18 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 69.015 kasus dialami balita berusia 0 hingga 5 tahun.
Oleh Asyinta Sastra
· Peristiwa: · 1 menit baca
Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 306.309 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per 18 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB. Dari jumlah itu, 69.015 kasus dialami balita berusia 0 hingga 5 tahun.
Data tersebut menunjukkan penambahan 2.778 kasus pada 17 Oktober 2026. Jumlah harian itu lebih rendah dibandingkan penambahan 2.808 kasus pada 16 Oktober 2026. Sebelumnya, akumulasi kasus tercatat 277.075 kasus pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Selain balita, Kemenkes mencatat 77.022 kasus pada anak usia 6 hingga 9 tahun dan 49.680 kasus pada kelompok lanjut usia. Sebanyak 22 kasus tercatat pada kelompok pengidap asma.
Dampak karhutla menjangkau kelompok rentan
Angka kasus mencakup wilayah yang terdampak karhutla di Indonesia. Kelompok anak dan balita termasuk yang paling banyak tercatat dalam pemantauan kasus ISPA, sementara paparan asap juga berdampak pada kelompok lanjut usia serta pengidap asma.
Informasi mengenai kasus ini bersumber dari pembaruan data Kemenkes yang dikutip sejumlah laporan pada 19 hingga 22 Oktober 2026. Data per 18 Oktober menjadi dasar angka kumulatif 306.309 kasus, sedangkan angka 2.778 kasus merujuk pada tambahan kasus sehari sebelumnya.
Laporan yang tersedia juga memuat seruan agar pemerintah memperhatikan layanan kesehatan bagi warga terdampak karhutla, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pertahanan
Indonesia dan Tiga Negara Sepakati Kerja Sama Pertahanan di Doha
Indonesia, Turki, Qatar, dan Pakistan menandatangani Memorandum Badr di Doha pada 21 Oktober 2026. Kesepakatan mencakup produksi, teknologi, riset, da…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga





