Sekitar 250 Warga KPK NU Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU
Sekitar 250 warga yang mengatasnamakan KPK NU beraksi di depan Gedung Merah Putih KPK pada 23 Oktober 2026. Mereka menyerahkan dokumen dan meminta dugaan politik uang Muktamar ke-35 NU diusut.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta Selatan — Sekitar 250 warga yang mengatasnamakan Komunitas Pemberantasan Korupsi Nahdlatul Ulama (KPK NU) menggelar istigasah kubra di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi pada 23 Oktober 2026. Mereka mendesak KPK mengusut dugaan politik uang dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Mengapa ini penting: Pembaca mendapat informasi tentang laporan dugaan politik uang dalam Muktamar NU dan langkah KPK menelaah uang Rp250 juta yang dikaitkan dengan perkara tersebut.
Koordinator massa, Muhammad Sholihin, mengatakan kelompoknya meminta KPK memeriksa pihak-pihak yang diduga terkait pembagian uang dalam proses muktamar. Massa juga menyerahkan dokumen mengenai dugaan politik uang kepada KPK.
Tempo melaporkan perwakilan KPK menerima dan memeriksa berkas tersebut. Aksi itu turut menyinggung dugaan penggunaan uang hasil korupsi untuk kepentingan Muktamar ke-35 NU.
Desakan massa berlangsung setelah KPK menerima dan menyita uang Rp250 juta yang diserahkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Nias. Menurut Republika, KPK masih menelaah keterkaitan uang tersebut dengan perkara dugaan korupsi di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional serta penyelenggaraan muktamar.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik akan menentukan apakah uang tersebut dapat digunakan sebagai barang bukti atau dikembalikan kepada pihak yang menyerahkannya. Penyitaan uang itu, menurut laporan media, belum membuktikan telah terjadi praktik jual beli suara.
Muktamar ke-35 NU berlangsung di Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Laporan mengenai aksi tersebut menyebut massa KPK NU sebelumnya juga pernah mendatangi Gedung KPK untuk menyampaikan tuntutan serupa.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Hukum
Polemik Hukum Aksi Greenpeace di Bundaran Hotel Indonesia
Polemik hukum muncul setelah 11 anggota Greenpeace dibawa polisi usai memanjat Monumen Selamat Datang dan memasang spanduk raksasa di Bundaran Hotel I…
Terbaru di Politik

Berita utama hari ini

Baca juga





