IHSG Berbalik Menguat ke 4.919 di Jakarta
IHSG ditutup menguat 0,32% ke level 4.919 di Jakarta pada 4 November 2026. Penguatan terjadi saat rupiah melemah menjadi Rp 18.155 per Dolar AS.
Oleh Pandi Muktar
· 1 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat dan ditutup di level 4.919 pada perdagangan Rabu (4/11/2026) di Jakarta, meski rupiah melemah menjadi Rp 18.155 per Dolar AS.
CNBC Indonesia melaporkan IHSG sempat anjlok pada awal perdagangan sebelum berakhir di zona hijau. Indeks menguat 0,32% pada penutupan perdagangan.
Penguatan mulai terlihat pada sesi kedua. Tiga saham perusahaan milik negara yang menopang pergerakan indeks ialah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Penguatan IHSG memberi sinyal pasar yang tetap sensitif
Pergerakan IHSG menunjukkan pasar saham domestik mampu pulih setelah tekanan pada awal sesi. Namun, pelemahan rupiah menjadi Rp 18.155 per Dolar AS menjadi konteks penting bagi pembaca karena menunjukkan penguatan indeks berlangsung bersamaan dengan tekanan pada nilai tukar.
Saham yang mendorong indeks antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Antam (Persero) Tbk., PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk., dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
Pasar juga mencermati bayang-bayang peninjauan indeks MSCI. DataIndonesia.id menyebut pengumuman MSCI Index Review dijadwalkan pada 11–12 November 2026, sementara investor bersikap menunggu dan melihat menjelang rilis data produk domestik bruto Indonesia kuartal III 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Apa Arti Penurunan IHSG ke 5.057,050 bagi Pasar Modal Indonesia
IHSG turun 7,03 persen menjadi 5.057,050 selama perdagangan 26–30 Oktober 2026. BEI tetap menjalankan agenda reformasi, termasuk demutualisasi, kerja…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga



