Kabar18.com

Selasa, 22 September 2026

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Tiga Warga dan Lukai 21 Orang

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan tiga warga Palestina tewas dan 21 lainnya terluka akibat serangan dan tembakan militer Israel di Jalur Gaza pada 20 September 2026, di tengah gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Buket bunga mawar putih diletakkan di atas meja kayu.
Ilustrasi: Buket bunga mawar putih diletakkan di atas meja kayu. · Foto: Bruno Mattos / Pexels

Jalur Gaza — Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan tiga warga Palestina tewas dan 21 lainnya terluka akibat serangkaian serangan dan tembakan militer Israel di Jalur Gaza pada Ahad, 20 September 2026.

Mengapa ini penting: Serangan yang menewaskan tiga warga dan melukai 21 orang menunjukkan gencatan senjata di Gaza tetap dilanggar dan menambah jumlah korban sipil Palestina.

Menurut kementerian, rumah sakit di wilayah pesisir Gaza menerima tiga jenazah dan merawat 21 warga yang terluka dalam periode pelaporan tersebut. Laporan itu menyebut insiden sebagai bagian dari pelanggaran terhadap gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025.

Media lokal yang mengutip Kementerian Kesehatan Gaza merinci bahwa korban jiwa dan luka berasal dari beberapa lokasi di Jalur Gaza. Seorang perempuan Palestina dilaporkan mengalami luka serius setelah ditembak pasukan Israel di kawasan Jabalia di Gaza utara, sementara seorang anak terluka akibat tembakan pesawat nirawak di dekat kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah.

Dalam laporan lain pada 20 September 2026, sumber kesehatan Palestina yang dikutip kantor berita internasional menyebut seorang perempuan dan dua anak terluka dalam penembakan terpisah di Jabalia, kamp pengungsi Halawa, dan kamp pengungsi Bureij. Penembakan itu menargetkan warga sipil, termasuk anak-anak, di wilayah padat penduduk.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan sejak gencatan senjata mulai diberlakukan pada Oktober 2025 hingga 20 September 2026 sedikitnya 1.393 warga Palestina tewas dan 4.822 orang terluka akibat serangan dan pelanggaran yang dikaitkan dengan operasi militer Israel di Jalur Gaza.

Data tersebut sejalan dengan pembaruan otoritas kesehatan Gaza yang dikutip beberapa media internasional dan nasional. Otoritas kesehatan Gaza sebelumnya melaporkan lebih dari 1.300 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata, sementara total korban sejak awal perang pada Oktober 2023 telah melampaui 73 ribu orang dan lebih dari 170 ribu lainnya terluka.

Laporan itu menegaskan sebagian besar korban adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Serangan dan pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza juga disebut memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut, di tengah keterbatasan layanan kesehatan, kerusakan infrastruktur, serta ancaman terhadap bangunan yang dinilai rawan runtuh.

Otoritas kesehatan Gaza dan organisasi kemanusiaan internasional terus menyerukan penghentian serangan terhadap warga sipil dan perlindungan fasilitas kesehatan. Mereka menilai pelanggaran gencatan senjata yang berulang meningkatkan risiko korban tambahan dan menghambat upaya pemulihan di Jalur Gaza.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.