Korea Utara Uji Rudal Baru dari Sondok
Korea Utara menguji sistem rudal pertahanan udara baru dan melatih serangan rudal jelajah strategis. Militer Korea Selatan mendeteksi beberapa peluncuran dari Sondok menuju Laut Timur.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Sondok — Korea Utara menguji sistem rudal pertahanan udara baru dan menggelar latihan serangan rudal jelajah strategis pada Rabu, 4 November 2026. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mendeteksi beberapa rudal ditembakkan dari wilayah Sondok, Provinsi Hamgyong Selatan, menuju Laut Timur.
Kantor Berita Pusat Korea melaporkan pengujian itu dilakukan Administrasi Rudal Korea Utara untuk memeriksa kemampuan teknis sistem pertahanan udara yang baru dirancang. Pengujian mencakup keandalan material dan mode panduan ganda, serta kemampuan sistem mengenali dan melacak sasaran.
Pada hari yang sama, satuan rudal jelajah strategis jarak jauh di wilayah timur Korea Utara menggelar latihan serangan terhadap sasaran bandara virtual. Kantor Berita Pusat Korea menyatakan satuan tersebut berhasil menjalankan misi menggunakan rudal jelajah strategis jarak jauh.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyebut rudal-rudal yang terdeteksi terbang kurang dari 300 kilometer. Otoritas Korea Selatan masih membuka kemungkinan bahwa sebagian proyektil merupakan rudal balistik jarak pendek.
Uji rudal menambah tekanan keamanan di Asia Timur
Perkembangan ini relevan bagi pembaca Indonesia karena menunjukkan berlanjutnya aktivitas persenjataan Korea Utara di kawasan Asia Timur. Peluncuran dari pesisir timur Korea Utara menuju perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang juga menjadi perhatian keamanan regional yang dapat memengaruhi stabilitas jalur perdagangan dan hubungan negara-negara Indo-Pasifik.
Pengujian tersebut dilaporkan sebagai rangkaian uji senjata keempat Korea Utara dalam sepekan. Laporan mengenai sistem pertahanan udara baru dan latihan rudal jelajah muncul setelah militer Korea Selatan mendeteksi beberapa peluncuran dari Sondok pada Rabu pagi.
Laporan yang tersedia tidak menyebut langkah lanjutan dari Korea Utara, Korea Selatan, atau Amerika Serikat setelah pengujian dan latihan tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Bursa Asia Bergerak Bervariasi di Tengah Risiko Timur Tengah
Bursa Asia dibuka bervariasi pada 12 Oktober 2026. Kospi Korea Selatan turun 1,34 persen, sementara S&P/ASX 200 Australia naik 0,61 persen di tengah p…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga




