Kabar18.com

Jumat, 23 Oktober 2026

Siklon Champi Menjauh, Hujan Berpotensi Kurangi Asap di Kalimantan dan Kepri

BMKG menyatakan Siklon Tropis Champi menjauhi Indonesia, tetapi sirkulasinya berpotensi memicu hujan di tiga wilayah. Hujan dapat membantu menurunkan konsentrasi asap setempat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dedaunan hijau dan tanaman paku-pakuan yang basah di hutan tropis.
Ilustrasi: Dedaunan hijau dan tanaman paku-pakuan yang basah di hutan tropis. · Foto: Nothing Ahead / Pexels

Jakarta — Siklon Tropis Champi bergerak menjauhi Indonesia pada Jumat, 23 Oktober 2026, tetapi sirkulasinya masih memengaruhi kondisi atmosfer dan berpotensi membawa hujan sedang hingga lebat ke Kalimantan Utara, Kalimantan Barat bagian utara, serta Kepulauan Riau bagian utara.

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andri Ramdani mengatakan Champi tidak secara langsung menyedot asap kebakaran hutan dan lahan atau mengubah arah penyebarannya. Pengaruh terhadap wilayah Indonesia berlangsung melalui perubahan kondisi cuaca.

BMKG menyebut hujan yang turun di wilayah terdampak asap dapat menangkap sebagian partikel di udara dan membawanya ke permukaan. Mekanisme itu berpotensi mengurangi konsentrasi partikel asap setempat, tetapi bukan karena tarikan angin langsung dari siklon.

Hujan berpotensi mengurangi konsentrasi asap

Champi dilaporkan berada sekitar 1.890 kilometer di utara Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Siklon itu berada pada kategori 4 dan diprakirakan melemah, dengan pergerakan yang tetap menjauhi Indonesia.

Wilayah yang berpotensi menerima hujan sedang hingga lebat adalah Kalimantan Utara, Kalimantan Barat bagian utara, dan Kepulauan Riau bagian utara. Daerah-daerah tersebut disebut sebagai wilayah yang dapat mengalami pengaruh tidak langsung Champi sekaligus memiliki potensi terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Bagi pembaca di wilayah terdampak, informasi ini berarti potensi hujan dapat membantu memperbaiki konsentrasi partikel udara secara setempat. Namun, BMKG menegaskan bahwa hujan merupakan jalur pengaruh cuaca, bukan bukti bahwa siklon menarik asap secara langsung.

Pergerakan Champi diperkirakan tetap menjauhi Indonesia. BMKG juga menyatakan kekuatan siklon diprakirakan menurun.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.