Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

BMKG Prakirakan NTB Panas hingga Malam, Bima Dilanda Kekeringan Ekstrem

BMKG memprakirakan suhu NTB pada 22 Oktober mencapai 24–36 derajat Celsius. Kabupaten Bima mencatat 155 hari tanpa hujan dan masuk kategori kekeringan ekstrem.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah kering yang retak-retak.
Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah kering yang retak-retak. · Foto: Yusuf Gündüz / Pexels

Mataram — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan suhu udara di Nusa Tenggara Barat pada 22 Oktober 2026 berada pada rentang 24–36 derajat Celsius, sementara Kabupaten Bima menghadapi kekeringan ekstrem setelah hari tanpa hujan mencapai 155 hari.

Forecaster Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Aprilia Mustika, mengatakan suhu malam diperkirakan berkisar 26–28 derajat Celsius. Kondisi itu membuat udara tetap terasa panas meski matahari telah terbenam.

BMKG menyebut peluang hujan tersedia di sejumlah wilayah NTB pada periode 21–31 Oktober 2026. Namun, potensi tersebut belum menghapus risiko kekeringan meteorologis. Curah hujan pada dasarian II Oktober 2026 secara umum berada pada kategori rendah, yakni 0–10 milimeter per dasarian, dengan sifat hujan di seluruh wilayah NTB berada di bawah normal.

Catatan Hari Tanpa Hujan Berturut-turut menunjukkan periode kering di sejumlah wilayah NTB berkisar 11–20 hari hingga lebih dari 60 hari. Periode terpanjang tercatat di Pos Hujan Belo dan Bolo, Kabupaten Bima, selama 155 hari dan masuk kategori kekeringan ekstrem.

Kekeringan Bima berisiko menekan ketersediaan air

Suhu malam yang tetap tinggi berlangsung ketika sejumlah daerah masih mengalami defisit hujan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kebutuhan air rumah tangga dan memperbesar tekanan terhadap wilayah yang telah mengalami periode kering panjang.

BMKG memperkirakan peluang hujan dengan curah lebih dari 20 milimeter per dasarian di Pulau Lombok dan Kabupaten Sumbawa Barat berkisar 50 persen hingga lebih dari 90 persen. Kabupaten Sumbawa, Dompu, dan sebagian wilayah Kabupaten Bima memiliki peluang hujan sekitar 10–70 persen.

BMKG mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih. Pemerintah daerah juga diminta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi ketersediaan air di wilayah terdampak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.