Kabar18.com

Kamis, 24 September 2026

Suahasil: Modal Masuk ke SBN dan SRBI Capai Rp140,7 Triliun

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan ekonomi Indonesia tetap resilien pada semester I 2026. Hingga 14 September, modal masuk melalui SBN dan SRBI mencapai Rp140,7 triliun.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dokumen keuangan, kaca pembesar, dan uang kertas asing dalam amplop biru di atas meja.
Ilustrasi: Dokumen keuangan, kaca pembesar, dan uang kertas asing dalam amplop biru di atas meja. · Foto: Nataliya Vaitkevich / Pexels

Jakarta — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan perekonomian Indonesia tetap resilien pada semester I 2026 di tengah gejolak global. Ia menyampaikan pernyataan itu dalam forum ekonomi di Jakarta pada 23 September 2026.

Mengapa ini penting: Data ini menjadi indikator bagi pembaca mengenai arus modal ke instrumen keuangan domestik serta kondisi pertumbuhan dan inflasi Indonesia pada 2026.

Menurut Suahasil, ketahanan tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi yang terkendali, serta mulai pulihnya aliran modal ke pasar keuangan domestik.

Hingga 14 September 2026, akumulasi aliran modal masuk melalui Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia mencapai Rp140,7 triliun, menurut Kementerian Keuangan.

Suahasil mengatakan arus modal sebelumnya sempat keluar. Dalam beberapa waktu terakhir, modal mulai kembali masuk melalui kedua instrumen tersebut.

Kementerian Keuangan juga menyebut perekonomian domestik ditopang kecukupan cadangan devisa, neraca perdagangan yang memadai, serta pertumbuhan kredit yang tetap berjalan baik.

Data Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan mencatat pertumbuhan ekonomi semester I 2026 sebesar 5,45 persen. Inflasi Agustus 2026 berada pada level sasaran 3,19 persen.

Perbedaan angka dalam publikasi pemerintah berkaitan dengan periode pencatatan aliran modal. Direktorat Jenderal Perbendaharaan melaporkan akumulasi aliran modal hingga 11 September 2026 sebesar Rp141,6 triliun, sedangkan Kementerian Keuangan melaporkan angka Rp140,7 triliun hingga 14 September 2026.

Suahasil menekankan perlunya menjaga pengelolaan ekonomi secara hati-hati agar ketahanan ekonomi dan arus modal masuk tetap terpelihara.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.