Kabar18.com

Sabtu, 31 Oktober 2026

Suahasil Sebut Ekonomi Indonesia Ditopang Indikator Domestik

Suahasil Nazara menyebut inflasi, kredit, dan arus modal sebagai indikator daya tahan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global pada 30 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan derek pelabuhan merah-biru dan kapal kontainer bersandar di dermaga di bawah langit cerah.
Ilustrasi: Deretan derek pelabuhan merah-biru dan kapal kontainer bersandar di dermaga di bawah langit cerah. · Foto: Wolfgang Weiser / Pexels

Jakarta — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan inflasi September 2026 sebesar 3,28 persen, pertumbuhan kredit September 2026 sebesar 13,26 persen, dan arus modal masuk kumulatif Rp127,7 triliun hingga 23 Oktober 2026 dalam Rapimnas Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Suahasil mengatakan arus modal masuk tersebut berasal dari Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia. Ia juga menyebut kondisi ekonomi makro Indonesia sebagai modal menghadapi tekanan geopolitik dan harga minyak global.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tercatat 5,45 persen secara tahunan. Menurut Suahasil, capaian itu ditopang permintaan domestik, investasi, dan dukungan kebijakan pemerintah. Indeks PMI manufaktur pada September 2026 berada di level 52,4, kembali di atas ambang ekspansi.

Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$7,25 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026. Angka tersebut menjadi salah satu indikator eksternal dalam penjelasan mengenai daya tahan ekonomi nasional.

Indikator domestik menjadi penyangga ekonomi Indonesia

Bagi pembaca nasional, data tersebut menunjukkan sumber penyangga ekonomi yang dipaparkan pemerintah berada pada konsumsi dan investasi domestik, stabilitas harga, pembiayaan, serta arus modal. Inflasi September masih berada dalam rentang sasaran pemerintah, sementara pertumbuhan kredit mencerminkan penyaluran pembiayaan yang tetap tumbuh.

Suahasil menyampaikan pandangan itu ketika tekanan global masih berkaitan dengan perkembangan geopolitik, harga minyak, dan kondisi suku bunga global. Ia memastikan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026 tetap berjalan sesuai rencana.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.