Empat Saham BUMN Menopang Penguatan IHSG di Jakarta
Analisis Tempo dan laporan CNBC Indonesia merinci sumbangan BBRI, TLKM, BMRI, serta BBNI terhadap penguatan IHSG pada sesi pertama perdagangan 5 November 2026.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Analisis Tempo yang terbit 8 November 2026 merinci kontribusi empat saham badan usaha milik negara terhadap penguatan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis, 5 November 2026. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkontribusi 14,95 poin pada sesi perdagangan pagi, sementara PT Telkom Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menjadi saham BUMN lain yang menopang indeks.
Tempo menyebut penguatan itu berlangsung pada perdagangan 5 November 2026. Laporan CNBC Indonesia pada hari yang sama juga mencatat saham-saham perusahaan milik negara sebagai penopang utama kenaikan IHSG pada sesi pertama.
Rincian data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia pada pukul 09.37 WIB menunjukkan BBRI menyumbang 14,95 poin atau 0,30 persen terhadap indeks. TLKM menyusul dengan kontribusi 10,82 poin atau 0,21 persen. BMRI menyumbang 7,92 poin atau 0,16 persen, sedangkan BBNI menyumbang 4,91 poin atau 0,10 persen.
Kontribusi saham BUMN menjadi penanda penting bagi pasar
Pergerakan empat saham tersebut relevan bagi pembaca karena emiten BUMN berkapitalisasi besar berpengaruh langsung terhadap arah IHSG.
CNBC Indonesia melaporkan IHSG berada di level 5.069,33 pada pukul 09.21 WIB, naik 149,56 poin atau 3,04 persen. Data tersebut menggambarkan kondisi indeks pada sesi pertama, sedangkan laporan Tempo merangkum peran empat saham BUMN dalam lonjakan itu.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menjadi nama utama dalam laporan mengenai penguatan IHSG pada 5 November 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
IHSG Menguat 2,83 Persen ke Level 5.059 di Jakarta
IHSG dibuka naik 139,28 poin atau 2,83 persen ke level 5.059 di Jakarta pada Kamis, 5 November 2026. Sebanyak 510 saham menguat pada awal perdagangan.
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





