TNI Temukan Tujuh Senjata Api Setelah Kontak Senjata di Yahukimo
Pasukan TNI terlibat kontak senjata dengan kelompok TPNPB-OPM di Kali Senami, Yahukimo, pada 7 November 2026. Setelah kelompok itu mundur, tujuh senjata api ditemukan dalam penyisiran.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kali Senami — Pasukan TNI yang tergabung dalam Koops TNI Habema terlibat kontak senjata dengan kelompok bersenjata TPNPB-OPM pimpinan Kopitua Heluka di kawasan Kali Senami, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 7 November 2026.
Mengapa ini penting: Penyisiran pascakontak senjata menghasilkan temuan tujuh senjata api dan peralatan lain setelah sedikitnya 15 anggota kelompok bersenjata melarikan diri ke hutan.
Menurut keterangan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto yang dikutip BeritaSatu, kontak senjata berlangsung sekitar 45 menit. Sedikitnya 15 anggota kelompok tersebut kemudian melarikan diri ke hutan.
Personel Detasemen 3 Satgas Rajawali V dan Satgas Yonif 3 Marinir menyisir lokasi setelah kontak senjata. Dari sebuah gubuk yang diduga digunakan sebagai tempat persembunyian, mereka menemukan tujuh pucuk senjata api.
BeritaSatu melaporkan senjata itu terdiri atas lima senjata laras panjang dan dua senjata laras pendek. Petugas juga menemukan puluhan butir amunisi, dua teleskop, sejumlah senjata tajam, serta satu lembar bendera Bintang Kejora.
Kabar Publik, mengutip keterangan Koops TNI Habema, menyebut operasi tersebut berlangsung setelah pasukan menerima informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di kawasan itu. Jenis dan kondisi senjata masih dalam proses identifikasi.
Operasi tersebut melibatkan Satgas Rajawali V dan Satgas Yonif 3 Marinir di bawah Koops TNI Habema. Pihak TNI menyatakan penyitaan senjata dilakukan untuk mengurangi potensi ancaman bersenjata terhadap masyarakat dan aparat keamanan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pertahanan
TNI Kerahkan Prajurit ke Jakarta, Pramono Bantah Siaga 1
TNI mengerahkan prajurit dalam jumlah besar ke Jakarta pada 5 November 2026 untuk pengamanan dan tugas negara. Panglima TNI menyebut kesiapsiagaan men…
Terbaru di Pertahanan

Berita utama hari ini

Baca juga



