Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

Anwar Ibrahim Ingatkan Ancaman Siber Eropa dan Jepang ke Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memperingatkan risiko serangan siber setelah insiden di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang. Malaysia memperkuat koordinasi perlindungan sektor strategis.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ujung kabel jaringan ethernet berwarna kuning dengan latar belakang putih.
Ilustrasi: Ujung kabel jaringan ethernet berwarna kuning dengan latar belakang putih. · Foto: Lenharth Systems / stocksnap (Openverse), CC0

Kuala Lumpur — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Selasa, 3 November 2026, mengingatkan parlemen dan masyarakat agar tidak menganggap ancaman keamanan siber di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang jauh dari Malaysia.

Peringatan itu disampaikan dalam sidang parlemen setelah serangkaian insiden siber mengganggu infrastruktur dan layanan pemerintah di sejumlah negara. Anwar menyebut Malaysia berpotensi menjadi sasaran karena kekuatan teknologi digital dan industri pusat data negara tersebut, serta posisi Malaysia dalam isu Palestina dan Gaza.

Menurut laporan yang dikutip media Malaysia, pemerintah tidak membuka seluruh rincian informasi intelijen mengenai ancaman tersebut. Dewan Keamanan Nasional Malaysia juga mendorong penyampaian peringatan kepada anggota parlemen dan masyarakat umum.

Ancaman siber lintas kawasan berdampak pada kesiapan Malaysia

Anwar menyinggung beberapa kejadian yang menjadi perhatian pemerintah. Di Belgia, serangan siber membuat portal pajak nasional ditutup. Di Denmark, peretas membobol registrasi penduduk pusat yang memengaruhi data identitas hampir 9 juta orang. Sistem pengarsipan Komisi Pemilihan Federal Amerika Serikat dilaporkan terganggu selama 41 jam menjelang pemilihan Senat.

Di Jepang, pembobolan jaringan pemerintah mengungkap catatan pribadi lebih dari 100.000 personel kepolisian dan mengganggu pekerjaan polisi di beberapa distrik. Anwar mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan ancaman digital dapat memengaruhi negara yang infrastrukturnya maju.

Malaysia meningkatkan koordinasi antara kementerian, lembaga keamanan, dan sektor strategis untuk menghadapi kemungkinan gangguan. Sektor energi, transportasi, keuangan, dan pasokan pangan termasuk bidang yang disebut perlu mendapat perlindungan lebih kuat.

Perkembangan ini relevan bagi pembaca Indonesia karena Malaysia merupakan negara Asia Tenggara yang memiliki hubungan ekonomi, digital, dan keamanan yang erat dengan kawasan. Gangguan terhadap infrastruktur digital di satu negara dapat menjadi peringatan bagi negara tetangga untuk memperkuat perlindungan layanan publik dan sektor penting.

Anwar juga menyebut sejumlah negara, termasuk Uni Eropa, Kanada, dan Jepang, telah mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk menyimpan persediaan makanan selama tiga hingga 10 hari di tengah ketidakpastian internasional. Pemerintah Malaysia merencanakan pengarahan tertutup Dewan Keamanan Nasional bagi seluruh anggota parlemen dalam satu atau dua hari setelah pernyataan tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pertahanan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.