Anwar Ibrahim Ingatkan Ancaman Siber Eropa dan Jepang ke Malaysia
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memperingatkan risiko serangan siber setelah insiden di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang. Malaysia memperkuat koordinasi perlindungan sektor strategis.
Oleh Arsyid Muhamad
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kuala Lumpur — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Selasa, 3 November 2026, mengingatkan parlemen dan masyarakat agar tidak menganggap ancaman keamanan siber di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang jauh dari Malaysia.
Peringatan itu disampaikan dalam sidang parlemen setelah serangkaian insiden siber mengganggu infrastruktur dan layanan pemerintah di sejumlah negara. Anwar menyebut Malaysia berpotensi menjadi sasaran karena kekuatan teknologi digital dan industri pusat data negara tersebut, serta posisi Malaysia dalam isu Palestina dan Gaza.
Menurut laporan yang dikutip media Malaysia, pemerintah tidak membuka seluruh rincian informasi intelijen mengenai ancaman tersebut. Dewan Keamanan Nasional Malaysia juga mendorong penyampaian peringatan kepada anggota parlemen dan masyarakat umum.
Ancaman siber lintas kawasan berdampak pada kesiapan Malaysia
Anwar menyinggung beberapa kejadian yang menjadi perhatian pemerintah. Di Belgia, serangan siber membuat portal pajak nasional ditutup. Di Denmark, peretas membobol registrasi penduduk pusat yang memengaruhi data identitas hampir 9 juta orang. Sistem pengarsipan Komisi Pemilihan Federal Amerika Serikat dilaporkan terganggu selama 41 jam menjelang pemilihan Senat.
Di Jepang, pembobolan jaringan pemerintah mengungkap catatan pribadi lebih dari 100.000 personel kepolisian dan mengganggu pekerjaan polisi di beberapa distrik. Anwar mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan ancaman digital dapat memengaruhi negara yang infrastrukturnya maju.
Malaysia meningkatkan koordinasi antara kementerian, lembaga keamanan, dan sektor strategis untuk menghadapi kemungkinan gangguan. Sektor energi, transportasi, keuangan, dan pasokan pangan termasuk bidang yang disebut perlu mendapat perlindungan lebih kuat.
Perkembangan ini relevan bagi pembaca Indonesia karena Malaysia merupakan negara Asia Tenggara yang memiliki hubungan ekonomi, digital, dan keamanan yang erat dengan kawasan. Gangguan terhadap infrastruktur digital di satu negara dapat menjadi peringatan bagi negara tetangga untuk memperkuat perlindungan layanan publik dan sektor penting.
Anwar juga menyebut sejumlah negara, termasuk Uni Eropa, Kanada, dan Jepang, telah mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk menyimpan persediaan makanan selama tiga hingga 10 hari di tengah ketidakpastian internasional. Pemerintah Malaysia merencanakan pengarahan tertutup Dewan Keamanan Nasional bagi seluruh anggota parlemen dalam satu atau dua hari setelah pernyataan tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Teknologi
Pakar: Kecerdasan Buatan Mempercepat Serangan Siber ke Berbagai Sektor
Pakar keamanan siber menilai kecerdasan buatan mempercepat pembobolan, menurunkan hambatan teknis, dan memperluas sasaran ke perusahaan, rumah sakit,…
Terbaru di Pertahanan
Berita utama hari ini

Baca juga





