Kabar18.com

Senin, 28 September 2026

Trump Tolak Rencana Iran untuk Membuka Kembali Selat Hormuz

Donald Trump menolak rencana tujuh hari Iran untuk menghentikan pertempuran, membuka kembali Selat Hormuz, dan memulai lagi perundingan nuklir dengan Amerika Serikat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kapal tanker merah berlayar di laut lepas berlatar awan mendung.
Ilustrasi: Kapal tanker merah berlayar di laut lepas berlatar awan mendung. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Selat Hormuz dan Iran — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan Iran untuk menghentikan pertempuran selama tujuh hari, membuka kembali Selat Hormuz, dan memulai lagi perundingan nuklir pada 26 September 2026.

Mengapa ini penting: Penolakan itu berarti rencana pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz dalam tujuh hari belum berjalan dan perundingan nuklir belum dimulai.

Trump menyampaikan penolakan itu kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih. Menurut laporan The Guardian dan Associated Press, usulan Iran disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi di New York pada 25 September.

Dalam proposal tersebut, Iran menawarkan pembukaan Selat Hormuz pada hari keenam setelah Amerika Serikat menerima rencana itu. Perundingan mengenai program nuklir Iran akan dimulai pada hari ketujuh.

Rencana itu mensyaratkan Amerika Serikat mencabut blokade laut terhadap pelabuhan Iran, memberikan keringanan terhadap sanksi ekspor minyak Iran, membebaskan sebagian aset Iran yang dibekukan, serta menghentikan pertempuran di semua front, termasuk Lebanon, menurut Associated Press.

Araghchi mengatakan tahapan awal dapat diselesaikan dalam empat hingga lima hari. Setelah itu, jalur pelayaran di selat tersebut akan dibuka pada hari keenam, disusul perundingan nuklir pada hari ketujuh.

Trump mengatakan proposal itu tidak dapat diterima. Ia menilai Iran mengajukan kesepakatan tersebut karena mengalami tekanan keuangan, sementara utusan Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Mike Waltz mengatakan proposal itu menuntut pencabutan sanksi dan pembebasan aset Iran secara langsung.

Iran tetap menyatakan bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui diplomasi. Belum ada kesepakatan yang diumumkan setelah penolakan Trump.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.