Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

IHSG Turun 1,53 Persen Sepekan ke 6.441, Asing Jual Bersih Rp1,79 Triliun pada Jumat

Kapitalisasi pasar BEI menyusut sekitar Rp180 triliun menjadi Rp11.266 triliun pada pekan 14–18 September 2026. Transaksi harian melambat, dan jual bersih investor asing sepanjang tahun mencapai Rp74,36 triliun.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: deretan gedung perkantoran di sekitar Sudirman Central Business District, kawasan tempat Bursa Efek Indonesia berkantor, terlihat dari Hutan Kota GBK…
Ilustrasi: deretan gedung perkantoran di sekitar Sudirman Central Business District, kawasan tempat Bursa Efek Indonesia berkantor, terlihat dari Hutan Kota GBK, Jakarta, pada 2024. (Foto: Baqotun0023 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan perdagangan 14–18 September 2026 di level 6.441,159, turun 1,53 persen dari 6.541,377 pada akhir pekan sebelumnya. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kapitalisasi pasar ikut menyusut, transaksi harian melambat, dan investor asing kembali melepas saham.

Rangkuman itu disampaikan Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita lewat keterangan tertulis bertanggal Jumat, 18 September 2026, yang diberitakan Tempo dan IDX Channel sehari kemudian. Kapitalisasi pasar, yakni nilai seluruh saham yang tercatat di bursa, turun 1,58 persen menjadi Rp11.266 triliun dari Rp11.446 triliun. Selisihnya sekitar Rp180 triliun.

Aktivitas jual-beli ikut mengendur. Rata-rata nilai transaksi harian menyusut ke Rp15,22 triliun dari Rp16,36 triliun, atau berkurang 6,95 persen. Rata-rata volume harian merosot 20,71 persen ke 28,61 miliar saham, sedangkan frekuensi transaksi turun 14,73 persen menjadi 1,89 juta kali per hari.

BEI juga mencatat investor asing membukukan jual bersih atau net sell Rp1,79 triliun pada perdagangan Jumat, 18 September. Jual bersih berarti nilai jual mereka melebihi nilai beli. Sepanjang 2026, akumulasinya sudah mencapai Rp74,36 triliun.

Jumat: sepuluh dari sebelas sektor melemah

Data RTI yang dikutip Metro TV News menunjukkan IHSG dibuka di 6.512,569 pada Jumat, sempat turun ke 6.419,495, lalu berakhir di 6.441,159. Dalam sehari indeks kehilangan 21,272 poin atau 0,33 persen.

Sebanyak 442 saham turun, 204 naik, dan 144 tidak bergerak. Volume perdagangan mencapai 32,603 miliar saham senilai Rp19,256 triliun, dengan frekuensi 1,92 juta kali menurut Databoks Katadata. Okezone, yang terbit pukul 16.19 WIB, mencatat angka berbeda: 464 saham turun, 212 naik, dan nilai transaksi Rp19,1 triliun.

Menurut Databoks, sepuluh dari sebelas indeks sektoral berakhir di zona merah. Sektor industri jatuh paling dalam, 1,64 persen, disusul properti 1,44 persen, kesehatan 1,12 persen, dan keuangan 0,93 persen. Hanya teknologi yang naik, 0,27 persen. Okezone mencatat indeks LQ45, kumpulan 45 saham paling likuid, melemah 1,25 persen ke 640.

IDX Channel melaporkan puluhan saham tertekan tajam menjelang penutupan sesi kedua. Media itu mengaitkannya dengan tenggat penyesuaian berkala atau rebalancing indeks FTSE Russell pada hari yang sama, yang membuat manajer investasi menata ulang portofolio.

Mengapa ini penting

Ketika IHSG dan kapitalisasi pasar turun, nilai portofolio pemegang saham, termasuk investor ritel, umumnya ikut terkoreksi. Akumulasi jual bersih Rp74,36 triliun menunjukkan pemodal luar negeri lebih banyak keluar daripada masuk ke saham Indonesia sejak awal tahun.

Pada saat yang sama rupiah melemah. Data Bloomberg yang dikutip IDX Channel menunjukkan kurs ditutup Rp17.758 per dolar Amerika Serikat pada Jumat, turun 0,83 persen dalam sepekan.

Kata para pihak

Analis Stockbit Sekuritas, dalam laporan yang dikutip Bisnis dan dimuat Harian Jogja, menyebut bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75–4 persen pada Rabu, 16 September waktu setempat. Itu kenaikan pertama sejak Juli 2023, dan menurut Fox Business diputuskan dengan suara 12-0. Bisnis menilai pelemahan IHSG tidak lepas dari tekanan bursa global setelah sinyal pengetatan tersebut.

"Kami menilai reaksi market yang cenderung terbatas, baik di pasar obligasi maupun saham, menandakan bahwa multiple rate hikes sudah diekspektasikan oleh market (priced-in)," tulis analis Stockbit Sekuritas, seperti dikutip Bisnis.

Artinya, menurut para analis itu, pasar sudah memperhitungkan kenaikan bunga lanjutan.

Angka kunci

  • IHSG sepekan: turun 1,53 persen ke 6.441,159 dari 6.541,377.
  • Kapitalisasi pasar: Rp11.266 triliun, turun 1,58 persen dari Rp11.446 triliun.
  • Rata-rata nilai transaksi harian: Rp15,22 triliun, turun 6,95 persen.
  • Jual bersih asing: Rp1,79 triliun pada Jumat, 18 September; Rp74,36 triliun sepanjang 2026.

Apa selanjutnya

Proyeksi terbaru The Fed menempatkan suku bunga Amerika Serikat di kisaran 4–4,25 persen pada akhir 2026. Menurut Stockbit Sekuritas, angka itu menyiratkan peluang satu kali kenaikan lagi sebesar 25 basis poin tahun ini.

Di dalam negeri, perhatian beralih ke Bank Indonesia. Analis Stockbit menilai ruang kenaikan BI Rate, satu atau dua kali dengan besaran masing-masing 25 basis poin, bergantung pada stabilitas rupiah. Konsensus per Kamis, 17 September, yang dikutip Bisnis, memproyeksikan BI Rate naik 25 basis poin menjadi 6 persen hingga akhir 2026. Tulisan ini merangkum data perdagangan dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.