Airlangga Sebut Industri AI Berpotensi Sumbang Rp7.202 Triliun
Airlangga Hartarto menyebut industri AI berpotensi menyumbang Rp7.202 triliun bagi ekonomi Indonesia pada 2030. Pemerintah memperkuat Project NUSA bersama Singapura untuk memperluas akses AI aman dan tepercaya.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pada 22 Oktober 2026 bahwa industri kecerdasan buatan berpotensi menyumbang Rp7.202 triliun bagi perekonomian Indonesia dalam The Artificial Intelligence Impact Summit 2026.
Potensi tersebut setara dengan US$360 miliar hingga US$400 miliar pada 2030, menggunakan kurs Rp18.006 per dolar AS. Airlangga mengatakan kecerdasan buatan perlu diwujudkan melalui pelaksanaan strategi yang berdampak pada produktivitas, daya saing industri, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, penciptaan pekerjaan bernilai tambah tinggi, serta peningkatan layanan publik.
Pemerintah juga memperkuat kerja sama Indonesia-Singapura melalui Project NUSA untuk memperluas akses terhadap teknologi AI yang aman dan tepercaya. Inisiatif ini dikembangkan oleh Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial bersama AI Singapore dan diarahkan untuk membangun fondasi tata kelola AI serta pengetahuan yang relevan bagi penerapan teknologi.
Project NUSA memperkuat tata kelola AI Indonesia
Project NUSA memiliki dua fondasi utama, yakni Open-Source AI Governance serta Open Data and AI-Ready Knowledge. Pada tahap awal, ekosistem tersebut melibatkan 20 pihak dari sektor industri, teknologi, keselamatan AI, keuangan, dan pendidikan.
Kerja sama Indonesia dan Singapura itu berfokus pada pengembangan solusi praktis di kedua negara sekaligus pengukuran manfaat ekonomi dari penerapannya. Bagi pembaca nasional, agenda tersebut berkaitan langsung dengan peluang produktivitas, investasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi baru berbasis teknologi.
Selain Project NUSA, terdapat peluncuran AI.ID, KORIKA Claw, dan KORIKA Token sebagai bagian dari penguatan ekosistem AI nasional.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
Restoran dan Kafe Berpotensi Terdampak Downgrade Lifestyle
Restoran dan kafe termasuk sektor yang berpotensi terdampak tren downgrade lifestyle. Konsumen mengurangi belanja nonpokok, menunda barang mahal, dan…
Terbaru di Teknologi
Berita utama hari ini

Baca juga


