Aksi 60 Menit Hari Ozon, Jakarta Hemat 92,79 MWh dan Turunkan Emisi 74 Ton
Pemprov DKI Jakarta memadamkan lampu selama 60 menit pada Sabtu malam, 19 September 2026, untuk memperingati Hari Ozon Sedunia.
Oleh Pandi Muktar
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat aksi pemadaman lampu selama 60 menit dalam rangka peringatan Hari Ozon Sedunia menekan emisi karbon sekitar 74,23 ton CO2e dan menghemat konsumsi listrik 92,79 megawatt jam (MWh). Pemadaman dilakukan serentak pada Sabtu malam, 19 September 2026, di berbagai ruas jalan protokol, arteri, serta ikon kota.
Menurut data rekapitulasi PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya yang dikutip sejumlah media, pengurangan emisi 74,23 ton CO2e dan penghematan listrik 92,79 MWh terjadi selama periode pemadaman pukul 20.30–21.30 WIB di wilayah DKI Jakarta. Estimasi itu juga dikaitkan dengan efisiensi biaya listrik sekitar Rp134,27 juta.
Pemadaman lampu dilakukan untuk memperingati Hari Ozon Sedunia sekaligus mengajak warga menghemat energi dan menekan emisi gas rumah kaca. Pemerintah provinsi mengemas kegiatan ini dalam kampanye “60 Menit Padamkan Lampu Buat Jakarta & Bumi”. Aksi serentak tersebut melibatkan lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu, dengan imbauan kepada masyarakat agar ikut mematikan lampu di rumah selama satu jam.
Sebelum pelaksanaan, pemerintah daerah menyampaikan pengumuman resmi melalui berbagai kanal dan diberitakan sejumlah media bahwa pemadaman akan dilakukan pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 20.30–21.30 WIB. Lokasi pemadaman meliputi gedung kantor pemerintah provinsi, sejumlah gedung swasta dan komersial, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, apartemen, serta penerangan di jalan protokol dan arteri di seluruh wilayah kota.
Sejumlah ikon Jakarta juga disebut sebagai lokasi pemadaman, antara lain Monumen Nasional, Bundaran Hotel Indonesia, Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang, Patung Pahlawan, Patung Jenderal Sudirman, dan kawasan Balai Kota. Selama satu jam, lampu-lampu di kawasan tersebut diredupkan atau dimatikan untuk memberi pesan simbolik tentang pentingnya pengurangan konsumsi energi dan perlindungan lapisan ozon.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dalam keterangan yang dikutip media, aksi pemadaman lampu tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah menekan emisi dari sektor energi dan mendorong kebiasaan hemat listrik di kalangan warga. Pemerintah juga mengaitkan kegiatan ini dengan capaian aksi serupa pada 13 Juni 2026 dalam rangka Hari Lingkungan Hidup, yang saat itu mencatat penghematan listrik 75,18 MWh dan penurunan emisi sekitar 60,14 ton CO2e.
Media nasional mencatat bahwa keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha menjadi salah satu faktor yang membuat penghematan energi dan penurunan emisi dalam aksi 60 menit ini cukup signifikan. Pemerintah daerah mendorong partisipasi sukarela dari penghuni gedung, pengelola kawasan komersial, dan warga di permukiman untuk mematikan atau mengurangi penggunaan lampu pada jam yang ditentukan.
Dengan capaian penghematan listrik dan pengurangan emisi yang terukur, aksi pemadaman lampu di Jakarta pada peringatan Hari Ozon Sedunia 2026 menjadi salah satu contoh kampanye hemat energi yang dikaitkan dengan target penurunan emisi di tingkat daerah. Pemerintah provinsi menyatakan akan melanjutkan kegiatan serupa pada peringatan lingkungan hidup lain sebagai bagian dari strategi transisi menuju penggunaan energi yang lebih efisien.
Sumber
Berita berikutnya

Ozon dan HFC Bukan Persoalan yang Sama: Memahami Agenda Pendinginan Global
Peringatan Hari Ozon 2026 mengaitkan perlindungan atmosfer dengan pendinginan. HFC tidak merusak ozon, tetapi tetap menjadi sasaran pengurangan karena…

