Kabar18.com

Minggu, 20 September 2026

Ozon dan HFC Bukan Persoalan yang Sama: Memahami Agenda Pendinginan Global

Peringatan Hari Ozon 2026 mengaitkan perlindungan atmosfer dengan pendinginan. HFC tidak merusak ozon, tetapi tetap menjadi sasaran pengurangan karena efek pemanasan yang kuat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Arsip teknisi memeriksa diagram sistem pendingin di Joint Base Langley-Eustis, Virginia, 30 Januari 2025. Ilustrasi teknologi pendinginan, bukan kegiatan Hari O…
Arsip teknisi memeriksa diagram sistem pendingin di Joint Base Langley-Eustis, Virginia, 30 Januari 2025. Ilustrasi teknologi pendinginan, bukan kegiatan Hari Ozon 2026. · Foto: Skylar Ellis/U.S. Air Force via Wikimedia Commons, domain publik

Perlindungan lapisan ozon dan pengurangan pemanasan global saling berkaitan, tetapi tidak identik. Peringatan Hari Ozon pada 16 September 2026 mengangkat hubungan itu melalui perhatian terhadap bahan pendingin dan pelaksanaan Amandemen Kigali.

Dalam keterangan yang dimuat 17 September, Program Lingkungan PBB atau UNEP menempatkan aksi global untuk planet yang lebih sejuk sebagai tema peringatan. Tahun ini sekaligus menandai sepuluh tahun Amandemen Kigali, yang disepakati pada 2016 untuk mengurangi penggunaan hidrofluorokarbon atau HFC secara bertahap.

Lembaga meteorologi dan pengelolaan air Polandia, IMGW, menjelaskan pembeda penting: HFC tidak menghancurkan ozon, tetapi merupakan gas rumah kaca yang kuat. Jadi, pengurangan HFC berkaitan dengan pembatasan pemanasan, sedangkan pemulihan ozon tetap memerlukan pengendalian zat perusak ozon dan pengamatan atmosfer.

UNEP menyampaikan perkiraan bahwa pelaksanaan penuh Amandemen Kigali dapat menghindarkan pemanasan hingga sekitar 0,5 derajat Celsius pada akhir abad ini. Angka tersebut adalah potensi dampak dibandingkan keadaan tanpa tindakan yang dimaksud. Itu bukan pernyataan bahwa suhu bumi sudah turun setengah derajat atau bahwa target otomatis tercapai setelah perjanjian ditandatangani.

Pengamatan lapangan tetap diperlukan untuk memahami perubahan atmosfer. IMGW menerangkan bahwa stasiun Legionowo menggunakan instrumen elektrokimia yang dibawa balon untuk mengukur profil vertikal ozon. Pengukuran dari lapisan atmosfer bawah hingga stratosfer memberi informasi yang berbeda dari sekadar membaca jumlah konsumsi bahan pendingin.

Bagi pembaca, ada dua pertanyaan ketika menemukan klaim tentang pendinginan ramah lingkungan: zat apa yang sedang dibahas, dan hasil apa yang benar-benar diukur? Jenis bahan, sasaran perjanjian, serta jangka waktu proyeksi perlu dipisahkan. Dengan begitu, istilah perlindungan ozon tidak dipakai sebagai pengganti umum untuk semua persoalan iklim, dan target kebijakan tidak disamakan dengan hasil yang sudah terjadi.

Foto arsip: Airman 1st Class Skylar Ellis/U.S. Air Force, Public domain: U.S. federal government official duties (PD-USGov-Military-Air Force). Digunakan sebagai ilustrasi; bukan dokumentasi peristiwa 2026.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.