Indodax Perbaiki Temuan Serangan Siber, Penarikan Tetap Ditutup
Indodax menyatakan seluruh temuan serangan siber telah diperbaiki pada 31 Oktober 2026. Deposit dan penarikan rupiah maupun aset digital masih ditutup untuk pengamanan tambahan.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Indodax menyatakan seluruh temuan terkait peningkatan upaya serangan siber telah selesai diperbaiki pada 31 Oktober 2026, tetapi layanan deposit dan penarikan masih ditutup lebih dari 24 jam. Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah pengamanan tambahan setelah perusahaan mendeteksi anomali pada 29 Oktober 2026.
CEO sekaligus pendiri Indodax, William Sutanto, menyampaikan pembaruan tersebut melalui akun X. Manajemen memastikan dana dan data nasabah tetap aman setelah pemeriksaan keamanan dan langkah mitigasi terhadap anomali yang terdeteksi.
Penutupan sementara mencakup layanan deposit dan penarikan dalam rupiah maupun aset digital. Indodax menyebut sejumlah langkah pengamanan dan pengecekan tambahan masih harus dituntaskan sebelum layanan kembali dibuka kepada pengguna.
Layanan ditutup untuk memastikan pemeriksaan keamanan selesai
Indodax sebelumnya menghentikan deposit dan penarikan sebagai langkah pengamanan setelah mendeteksi peningkatan upaya serangan siber. Perusahaan menyatakan tidak menemukan penarikan dana tanpa izin maupun kebocoran data nasabah dalam pemeriksaan tersebut.
Bagi pengguna di Indonesia, status ini berarti penyetoran dan penarikan dana belum dapat dilakukan sampai perusahaan memastikan sistem aman. Informasi mengenai pembukaan layanan disampaikan melalui kanal resmi Indodax.
Perusahaan juga menyatakan aset anggota tetap aman selama proses pemeliharaan. Layanan baru akan dibuka kembali setelah seluruh pengamanan dan verifikasi tambahan selesai. Manajemen menempatkan pemeriksaan keamanan sebagai syarat sebelum fungsi deposit dan penarikan dipulihkan sepenuhnya bagi pengguna.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Analisis

BEI Menunggu Pasar Kondusif untuk IPO BUMN di Lombok
BEI melihat peluang IPO BUMN dan perusahaan manufaktur di KEK Lombok, tetapi rencana itu masih bergantung pada perbaikan kondisi pasar saham global da…
Berita utama hari ini

Baca juga





