ASDP Khususkan Dua Dermaga Ketapang untuk Logistik, Antrean Belum Terurai
Pola baru berlaku sejak 18 September 2026 di Dermaga LCM dan MB 4.
Oleh Arsyid Muhamad
· 4 menit baca Diperbarui
Banyuwangi — Dua dermaga Pelabuhan Ketapang hanya memuat kendaraan logistik sejak Jumat malam, 18 September 2026. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengubah pola itu karena antrean kendaraan menuju penyeberangan ke Bali belum terurai setelah hampir sebulan.
Keputusan itu hasil rapat ASDP pada Jumat siang dengan Balai Pengelola Transportasi Darat, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, dua asosiasi operator feri, dan kepolisian. Di sisi Gilimanuk, Dermaga 4 masih boleh memuat mobil pribadi ukuran sedang.
Antrean itu muncul bersamaan dengan pekerjaan dermaga di kedua sisi Selat Bali. ASDP meningkatkan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk sejak 21 Agustus 2026. Perusahaan itu menyesuaikan pola operasi kapal selama pekerjaan berjalan, menurut siaran pers ASDP pada 1 September. Pola baru di Ketapang dipakai sampai pekerjaan itu rampung.
Dermaga 2 Gilimanuk naik dari 30 ke 50 ton
Kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk dinaikkan dari 30 ton menjadi 50 ton. Pasangannya di Ketapang, sebuah dermaga ponton, diubah menjadi moveable bridge (MB) permanen berkapasitas sama. MB adalah jembatan gerak yang menghubungkan dermaga dengan pintu kapal. Selama keduanya belum selesai, truk bermuatan besar antara lain dilayani di Dermaga MB 4 dan LCM, dua dermaga yang kini dikhususkan untuk logistik.
Air surut menambah hambatan. Selama dua hari berturut-turut kapal LCM, yang diprioritaskan untuk kendaraan logistik, tidak bisa memuat sekitar 2,5 jam sehari. ASDP berusaha memangkas waktu kapal di pelabuhan dari sekitar 40 menit menjadi 30 menit untuk mengejar perjalanan yang tertinggal.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyebut kepadatan sekarang sebagai akumulasi kendaraan dari periode sebelumnya. Gelombang Selat Bali 0,1–0,5 meter, tetapi arus dan proses sandar tetap menentukan berapa kendaraan yang bisa diseberangkan, katanya dalam keterangan pada Sabtu, 19 September.
Armada 24 kapal, 12 lebih sedikit daripada arus balik Lebaran
ASDP mengoperasikan 24 kapal: 22 reguler dan dua kapal perbantuan berkapasitas besar, KMP Jatra I dan KMP Portlink VII. Lima kapal ditempatkan di Dermaga MB 1 dan lima di MB 3. Dermaga MB 4 mendapat tiga kapal reguler beserta kedua kapal perbantuan, sedangkan Dermaga LCM sembilan kapal, menurut rincian ASDP yang dimuat detikJatim.
Catatan ASDP sendiri menunjukkan armada itu lebih kecil daripada pada masa angkutan Lebaran. Pada 15 Maret 2026, ketika antrean menumpuk di sisi Gilimanuk, 33 kapal beroperasi. Pada 31 Maret, saat antrean kendaraan menuju Ketapang sekitar 12 kilometer dan didominasi truk logistik, ASDP mencatat 36 kapal beroperasi. Siaran pers itu juga menyebut enam kapal perbantuan ikut memperkuat layanan, dan sepuluh kapal memakai pola tiba-bongkar-berangkat (TBB).
Pada 1 September, 11 hari setelah pekerjaan Dermaga 2 dimulai, ASDP menyebut 26 kapal melayani lintasan ini.
Dalam pola TBB, kapal yang tiba langsung membongkar muatan lalu berlayar lagi tanpa memuat di dermaga itu. Media mengatakan pola itu hanya untuk kondisi tertentu, saat antrean panjang perlu kapal tambahan, dan tidak boleh mengganggu jadwal reguler.
Pengamat transportasi Ali Ruchi, mantan Kepala Seksi Perhubungan Laut dan Udara Dinas Perhubungan Banyuwangi, mengkritik penjadwalan pekerjaan itu. Menurut dia, sumbatan sebulan terakhir dipicu revitalisasi dermaga yang dikerjakan serentak dengan pembangunan dermaga baru. Ia mengusulkan setiap kapal menambah perjalanan hingga sembilan trip. Bongkar muat di dermaga MB, katanya seperti dikutip detikJatim dalam laporan lain, bisa dipercepat dari 8 menit menjadi 6–7 menit.
Sopir ditaksir rugi Rp200.000–Rp300.000 tiap kali terjebak
Seorang sopir truk berpendingin yang membawa buah dari Jakarta ke Tabanan tertahan di Desa Bangsring sejak Kamis, 17 September, sekitar pukul 22.00 WIB. Ia baru masuk kantong parkir Bulusan pada Jumat sekitar pukul 11.00 WIB, kira-kira 13 jam kemudian. Perjalanan Jakarta–Tabanan biasanya sekitar 22 jam.
Ketua Persatuan Sopir Logistik Indonesia Slamet Barokah memperkirakan sopir rugi Rp200.000 sampai Rp300.000 setiap kali terjebak. Sopir dibayar borongan yang sudah mencakup biaya perjalanan sehingga setiap jam tambahan di antrean memotong pendapatan mereka. Para sopir kini mendorong kenaikan tarif angkut hingga Rp1 juta per keberangkatan.
Siaran pers ASDP tidak mencantumkan tanggal selesai dermaga permanen di Ketapang. Informasi layanan terbaru tersedia di Contact Center ASDP 191.
Sumber
- PT ASDP Indonesia Ferry — Siaran pers: ASDP perkuat kapasitas Dermaga Gilimanuk (1 September 2026)
- PT ASDP Indonesia Ferry — Siaran pers: Lonjakan truk logistik padati Pelabuhan Ketapang (31 Maret 2026)
- PT ASDP Indonesia Ferry — Siaran pers: Layanan kapal dipercepat, antrean Gilimanuk berangsur terurai (15 Maret 2026)
- Liputan6.com — Hampir sebulan, antrean kendaraan di Ketapang capai 5 km (19 September 2026)
- detikJatim — Strategi ASDP atasi macet Ketapang-Gilimanuk (19 September 2026)
- detikJatim — Skenario mengurai antrean di jalur Ketapang-Gilimanuk (19 September 2026)
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Libur Maret 2027 Capai 10 Hari, Cuti Bersama Swasta Tidak Wajib
SKB tiga menteri tertanggal 15 September 2026 membentuk enam rangkaian libur panjang. Bagi pekerja swasta, cuti bersama bersifat fakultatif dan memoto…
Terbaru di Daerah

Baca juga



