Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

Rakor Karhutla di Palembang: Titik Panas Nasional Turun, Sumatera Selatan Masih Tertinggi

Menko Polkam Djamari Chaniago memimpin rapat koordinasi karhutla di Palembang, 18 September. Titik panas nasional dilaporkan turun, tetapi data Kementerian Kehutanan mencatat Sumatera Selatan masih tertinggi di enam provinsi prioritas.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: sebuah helikopter menjatuhkan air ke lahan gambut yang terbakar di kawasan Taman Nasional Sebangau, Kalimantan, 22 September 2019. Bukan gambar peri…
Foto arsip: sebuah helikopter menjatuhkan air ke lahan gambut yang terbakar di kawasan Taman Nasional Sebangau, Kalimantan, 22 September 2019. Bukan gambar peristiwa di Sumatera Selatan. (Foto: DenY Krisbiyantoro / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)

Palembang — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palembang, Jumat, 18 September 2026. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melaporkan titik panas nasional menurun, tetapi data kementeriannya menempatkan Sumatera Selatan teratas di enam provinsi prioritas.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto ikut hadir, bersama unsur TNI, Polri, dan Manggala Agni Kementerian Kehutanan. Menurut ANTARA, yang mengutip keterangan kementerian itu, rombongan juga meninjau lokasi penanganan kebakaran di provinsi tersebut.

Raja Juli memaparkan jumlah titik panas (hotspot) sebanyak 1.308 pada 14 September, sekitar 1.042 sehari kemudian, lalu tinggal sekitar 340 titik pada 17 September. “Jadi, ada progres baik kerja kolektif kita,” katanya dalam rapat, seperti dikutip ANTARA.

Gambaran Sumatera Selatan berbeda. Untuk titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence), angka yang dipaparkan Menhut naik dari 239 pada 14 September menjadi 245 lalu 249 dalam dua hari berikutnya, sebelum turun ke 216 pada 17 September. Ia mengingatkan titik panas belum tentu titik api: kategori itu ia perkirakan benar sekitar 80 persen, sehingga petugas BPBD tetap memeriksanya dengan pesawat patroli.

Djamari mengatakan sudah melaporkan kunjungan ke Sumatera Selatan kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden, kata dia, berterima kasih kepada semua pihak yang ikut memadamkan api. Djamari mengibaratkan pemadaman sebagai pertempuran dan meminta para pimpinan, yang ia sebut komandan, memikirkan cara memenangkannya dalam waktu singkat.

Di Posko Karhutla Kecamatan Kertapati, Palembang, menurut laporan IDN Times Sumsel, Djamari meminta kekuatan dipusatkan di wilayah yang paling berpotensi terbakar. Ia menilai pemetaan titik rawan dan perkiraan lokasi munculnya api menentukan efektif tidaknya pengerahan personel. Pencegahan pembakaran lahan di Palembang ia minta diperkuat; kawasan Ogan Ilir juga disoroti.

Siaran pers Kementerian Kehutanan bertanggal 18 September memuat angka lain untuk hari yang sama, baik nasional maupun Sumatera Selatan. Data SiPongi milik kementerian, bersumber dari satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, mencatat 184 titik panas high confidence di Sumatera Selatan sampai Kamis, 17 September pukul 21.05 WIB, naik dari 123 sehari sebelumnya. Secara nasional tercatat 475 titik, turun dari 479.

Laporan tentang paparan di rapat tidak menyebut jam pengambilan data, dan kedua sumber tidak menjelaskan selisih itu. Kementerian menegaskan satu kebakaran dapat memunculkan beberapa titik panas, sehingga setiap indikasi satelit dicek di lapangan.

Mengapa ini penting

Asap sudah mengganggu keseharian warga. Data Pemerintah Kota Palembang yang dikutip IDN Times Sumsel menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kota itu mencapai 302, kategori berbahaya, pada Jumat sekitar pukul 04.00 WIB. Sehari sebelumnya, menurut Kementerian Kehutanan, jarak pandang pagi hari di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sempat tinggal sekitar 700 meter, sehingga empat pesawat yang hendak mendarat harus berputar menunggu giliran (holding) dan terlambat.

Ancaman belum mereda. Mengutip prakiraan BMKG untuk 18–24 September, kementerian menyebut El Nino berkategori sangat kuat dan musim kemarau masih membuat atmosfer relatif kering di sebagian besar Indonesia. Peluang hujan lokal disebut ada pada 18–20 September, antara lain di Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.

Angka kunci

  • 475 titik panas high confidence nasional hingga 17 September pukul 21.05 WIB, turun dari 479 sehari sebelumnya (Kementerian Kehutanan).
  • Enam provinsi prioritas: Sumatera Selatan 184, Kalimantan Tengah 61, Kalimantan Barat 30, Jambi 15, Kalimantan Selatan 5, dan Riau 0 (Kementerian Kehutanan).
  • 216 titik panas high confidence di Sumatera Selatan pada 17 September menurut paparan Menhut di rapat koordinasi (ANTARA, IDN Times).
  • 53 armada udara disiagakan: 34 untuk pengeboman air (water bombing) serta 19 untuk patroli udara dan dukungan operasi modifikasi cuaca. Tiga helikopter CH-47 Chinook dari Jepang disiapkan untuk membantu (Kementerian Kehutanan).

Apa selanjutnya

Merujuk analisis BMKG, Kementerian Kehutanan menyebut periode rawan masih berlangsung beberapa pekan ke depan. Menhut, seperti ditulis IDN Times Sumsel, sebelumnya mengingatkan potensi karhutla di Sumatera Selatan dapat bertahan hingga akhir Oktober atau awal November.

Dalam rapat terbatas 16 September, menurut siaran pers yang sama, Presiden meminta kesiapsiagaan dipertahankan. Presiden juga menginstruksikan penindakan terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab setelah verifikasi, termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana. Kementerian mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar serta melaporkan asap atau titik api ke Posko Karhutla di nomor 021-5704618.

Luas lahan terbakar di Sumatera Selatan tidak dicantumkan dalam laporan rapat maupun siaran pers kementerian.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.