Apa Arti Penurunan IHSG ke 5.057,050 bagi Pasar Modal Indonesia
IHSG turun 7,03 persen menjadi 5.057,050 selama perdagangan 26–30 Oktober 2026. BEI tetap menjalankan agenda reformasi, termasuk demutualisasi, kerja sama Nasdaq, dan IDX Commodity 20.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,03 persen menjadi 5.057,050 selama perdagangan 26–30 Oktober 2026 di Jakarta.
Data BEI menunjukkan IHSG ditutup pada level 5.057,050, turun dari 5.439,258 pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya. Koreksi terjadi bersama pelemahan sejumlah indikator perdagangan saham dan nilai kapitalisasi pasar.
Di tengah penurunan tersebut, BEI menyatakan melanjutkan penguatan reformasi dan pengembangan pasar modal Indonesia. Agenda yang disebut mencakup penguatan tata kelola dan pengawasan perdagangan, persetujuan pemegang saham atas agenda demutualisasi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), kerja sama internasional dengan Nasdaq, serta peluncuran indeks IDX Commodity 20.
Reformasi pasar modal menjadi konteks penting bagi investor
Pada Senin, 26 Oktober 2026, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmen menyempurnakan pengawasan perdagangan, meningkatkan transparansi, dan memperkuat tata kelola mekanisme High Shareholding Concentration (HSC). BEI juga menyebut komite HSC akan diperluas dengan anggota eksternal independen dari pelaku industri, akademisi, dan perwakilan investor.
RUPSLB BEI pada Rabu, 28 Oktober 2026, menyetujui tiga agenda utama perseroan. Pada Kamis, 29 Oktober 2026, BEI dan Nasdaq menggelar IDX x Nasdaq InnovAsia Jakarta di Main Hall BEI untuk membahas perkembangan pasar modal global, inovasi teknologi perdagangan, serta peluang pengembangan produk dan layanan pasar modal.
Pada Jumat, 30 Oktober 2026, BEI meluncurkan IDX Commodity 20. Indeks ini mengukur kinerja harga 20 saham perusahaan tercatat yang bergerak dalam penghasil komoditas dan rantai pasok industri komoditas, termasuk energi, logam dan mineral, kimia, kehutanan, pertanian dan perkebunan, peternakan, serta industri pendukung dan hilirisasi komoditas.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
IHSG Berpeluang Rebound di Jakarta pada Jumat
IHSG diproyeksikan menguat pada Jumat setelah melemah 3,49 persen dan ditutup di level 5.098. Analis tetap memperingatkan risiko koreksi serta memanta…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga



