Kabar18.com

Minggu, 1 November 2026

BEI Menunggu Pasar Kondusif untuk IPO BUMN di Lombok

BEI melihat peluang IPO BUMN dan perusahaan manufaktur di KEK Lombok, tetapi rencana itu masih bergantung pada perbaikan kondisi pasar saham global dan domestik.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Silo industri putih besar dengan tangga pengaman berlatar belakang langit biru cerah.
Ilustrasi: Silo industri putih besar dengan tangga pengaman berlatar belakang langit biru cerah. · Foto: Ivan / Pexels

Lombok — Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik penawaran umum perdana saham (IPO) dari badan usaha milik negara (BUMN) hingga perusahaan manufaktur di kawasan ekonomi khusus (KEK) pada 1 November 2026, sambil menunggu kondisi pasar saham global dan domestik lebih kondusif.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kondisi pasar saham masih menjadi tantangan bagi calon emiten dan penjamin emisi efek untuk mencapai kesepakatan mengenai valuasi serta harga penawaran saham. Karena itu, peluang pencatatan saham tersebut bergantung pada perbaikan kondisi pasar.

BEI menilai perusahaan yang beroperasi di KEK menjadi salah satu sumber potensial emiten baru. Pembangunan pabrik manufaktur di kawasan tersebut membutuhkan pendanaan besar yang tidak seluruhnya dapat dipenuhi melalui pembiayaan perbankan. Pasar modal dinilai dapat menjadi alternatif sumber pendanaan.

IPO di KEK membuka alternatif pendanaan manufaktur

Rencana itu relevan bagi pembaca karena memperlihatkan hubungan antara kondisi pasar modal dan kebutuhan pendanaan industri di daerah. Perusahaan manufaktur di KEK Lombok berpeluang memperoleh sumber dana selain perbankan apabila sentimen pasar membaik dan persiapan penawaran memenuhi kebutuhan valuasi serta harga saham.

BEI juga melihat peluang dari perusahaan BUMN. Jeffrey menyebut proses restrukturisasi dapat menghasilkan jumlah perusahaan BUMN yang lebih sedikit, tetapi memiliki skala usaha lebih kuat dan kondisi keuangan lebih sehat. BEI melihat peluang IPO pada 2027 dari sektor manufaktur dan perusahaan hasil restrukturisasi BUMN, dengan prospek yang turut bergantung pada kondisi pasar modal.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.