BEI Menunggu Pasar Kondusif untuk IPO BUMN di Lombok
BEI melihat peluang IPO BUMN dan perusahaan manufaktur di KEK Lombok, tetapi rencana itu masih bergantung pada perbaikan kondisi pasar saham global dan domestik.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Lombok — Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik penawaran umum perdana saham (IPO) dari badan usaha milik negara (BUMN) hingga perusahaan manufaktur di kawasan ekonomi khusus (KEK) pada 1 November 2026, sambil menunggu kondisi pasar saham global dan domestik lebih kondusif.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kondisi pasar saham masih menjadi tantangan bagi calon emiten dan penjamin emisi efek untuk mencapai kesepakatan mengenai valuasi serta harga penawaran saham. Karena itu, peluang pencatatan saham tersebut bergantung pada perbaikan kondisi pasar.
BEI menilai perusahaan yang beroperasi di KEK menjadi salah satu sumber potensial emiten baru. Pembangunan pabrik manufaktur di kawasan tersebut membutuhkan pendanaan besar yang tidak seluruhnya dapat dipenuhi melalui pembiayaan perbankan. Pasar modal dinilai dapat menjadi alternatif sumber pendanaan.
IPO di KEK membuka alternatif pendanaan manufaktur
Rencana itu relevan bagi pembaca karena memperlihatkan hubungan antara kondisi pasar modal dan kebutuhan pendanaan industri di daerah. Perusahaan manufaktur di KEK Lombok berpeluang memperoleh sumber dana selain perbankan apabila sentimen pasar membaik dan persiapan penawaran memenuhi kebutuhan valuasi serta harga saham.
BEI juga melihat peluang dari perusahaan BUMN. Jeffrey menyebut proses restrukturisasi dapat menghasilkan jumlah perusahaan BUMN yang lebih sedikit, tetapi memiliki skala usaha lebih kuat dan kondisi keuangan lebih sehat. BEI melihat peluang IPO pada 2027 dari sektor manufaktur dan perusahaan hasil restrukturisasi BUMN, dengan prospek yang turut bergantung pada kondisi pasar modal.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pemerintahan
Prabowo Targetkan Penataan 700 BUMN hingga Desember 2026
Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah menata 364 BUMN hingga 21 Oktober 2026 dan menargetkan konsolidasi, penutupan, atau perampingan…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga




