Kabar18.com

Selasa, 22 September 2026

BMKG Catat Kekeringan di 25 Provinsi, Bantul Terlama

BMKG mencatat 1.637 titik di 25 provinsi mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari. Bantul mencatat rekor 131 hari, sementara musim hujan diprediksi terlambat dan lebih singkat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah yang kering dan pecah-pecah di bawah sinar matahari.
Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah yang kering dan pecah-pecah di bawah sinar matahari. · Foto: Francesco Ungaro / Pexels

BantulBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.637 titik pengamatan di 25 provinsi mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari pada 22 September 2026. Rekor terpanjang berada di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama 131 hari.

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam jumpa pers di Jakarta. Kondisi hari tanpa hujan berurutan itu menjadi salah satu dampak El Nino yang memicu kekeringan di berbagai wilayah Indonesia.

BMKG juga memperkirakan awal musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat di 529 Zona Musim, atau 61,08 persen luas daratan Indonesia. Sebanyak 482 Zona Musim, yang mencakup 51,90 persen luas daratan, diperkirakan mengalami durasi musim hujan lebih pendek dibandingkan kondisi normal.

Kekeringan meluas memengaruhi kesiapsiagaan daerah

Catatan 25 provinsi dan rekor 131 hari tanpa hujan menunjukkan bahwa dampak musim kemarau tidak hanya terjadi di wilayah yang biasanya kering. Bantul menjadi lokasi dengan periode tanpa hujan terpanjang dalam pemantauan BMKG saat ini.

Perubahan waktu mulai dan lamanya musim hujan penting bagi pembaca karena berpengaruh pada pengelolaan air, pertanian, serta kesiapan menghadapi cuaca ekstrem. BMKG menyebut kombinasi El Nino dan Indian Ocean Dipole memperparah serta memperpanjang periode kekeringan sehingga musim hujan diperkirakan datang terlambat dan berlangsung lebih singkat.

BMKG memproyeksikan puncak musim hujan terjadi bertahap, yakni pada Desember 2026 di 155 Zona Musim, Januari 2027 di 162 Zona Musim, dan Februari 2027 di 190 Zona Musim. Perkiraan tersebut menjadi konteks bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyiapkan kebutuhan air serta mengantisipasi dampak hidrometeorologi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.