BMKG Prakirakan PM10 Palangka Raya Capai 756,3 Mikrogram per Meter Kubik
BMKG memprakirakan PM10 Palangka Raya mencapai 756,3 mikrogram per meter kubik hingga 20 Oktober 2026. Pemantauan pemerintah juga menunjukkan kualitas udara berbahaya hingga sangat tidak sehat di sejumlah wilayah.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Palangka Raya — BMKG memprakirakan konsentrasi PM10 di Palangka Raya mencapai 756,3 mikrogram per meter kubik pada 19 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga 20 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.
Mengapa ini penting: Warga Palangka Raya menghadapi kualitas udara berbahaya pada 19 Oktober 2026 dan diimbau membatasi aktivitas luar ruangan saat paparan asap meningkat.
Data yang dikutip Detik menunjukkan konsentrasi tersebut masuk kategori berbahaya dan lebih dari 10 kali baku mutu PM10 selama 24 jam, yakni 75 mikrogram per meter kubik, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Pontianak berada dalam kategori tidak sehat.
Pada hari yang sama, pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan kualitas udara Palangka Raya berada pada kategori berbahaya dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara 1.291 dan polutan utama PM2,5. Kota Jambi tercatat dalam kategori sangat tidak sehat dengan nilai ISPU 264 dan polutan utama PM2,5.
Data berbeda parameter ini menunjukkan kondisi udara di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra perlu diwaspadai. BMKG mengimbau masyarakat Palangka Raya membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika sebaran asap masih pekat.
Prokalteng melaporkan jarak pandang di Palangka Raya pada pagi 19 Oktober berada sekitar 600 meter hingga 1 kilometer. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya menyebut kualitas udara masih berada dalam kategori berbahaya.
Warga perlu mengikuti pembaruan resmi mengenai kualitas udara dan membatasi paparan asap sesuai kondisi setempat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Daerah
Gempa Bogor dan Sukabumi Berdampak pada 349 Rumah
Data BPBD per 17 Oktober 2026 mencatat 349 rumah terdampak gempa di Bogor dan Sukabumi. Kerusakan meliputi 253 rumah di Bogor dan 96 rumah di Sukabumi…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





