BPOM Telusuri Dugaan Insektisida pada Ikan Asin di Indonesia
BPOM menelusuri dugaan penggunaan insektisida pada ikan asin untuk mengusir lalat saat pengeringan. UPT daerah diminta melacak asal produk dan mengedukasi pihak terkait.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jakarta — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menelusuri dugaan penggunaan cairan pembasmi serangga atau insektisida pada ikan asin di Indonesia pada 4 November 2026. Cairan itu diduga digunakan untuk mengusir lalat selama proses pengeringan.
BPOM telah menginstruksikan unit pelaksana teknis (UPT) di daerah untuk menelusuri asal produk yang menjadi perhatian publik serta melakukan edukasi kepada pihak terkait. Lembaga tersebut juga mengingatkan bahwa insektisida, termasuk produk pembasmi serangga rumah tangga, tidak diperbolehkan digunakan dalam pengolahan makanan.
Penggunaan insektisida pada ikan asin berpotensi menyebabkan kontaminasi bahan kimia berbahaya yang dapat ikut tertelan ketika pangan dikonsumsi. Besarnya risiko kesehatan bergantung pada jenis bahan aktif, tingkat paparan, dan kondisi penggunaannya.
Penelusuran diperlukan untuk melindungi konsumen
Informasi mengenai dugaan penggunaan insektisida menjadi perhatian BPOM karena bahan tersebut tidak diperuntukkan bagi pangan. Penelusuran asal produk diperlukan untuk mengidentifikasi sumber dugaan pelanggaran dan menentukan tindak lanjut pengawasan.
BPOM mengimbau masyarakat memilih pangan dari sumber tepercaya. Namun, lembaga itu menegaskan dugaan penggunaan bahan berbahaya pada satu kasus tidak dapat digeneralisasi terhadap seluruh ikan asin yang beredar di pasaran.
BPOM juga menyatakan produk yang diketahui atau diduga terpapar bahan berbahaya perlu dilarang diedarkan untuk melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
El Niño 2026 Mengancam Terumbu Karang Indonesia
El Niño 2026 berpotensi menaikkan suhu laut Indonesia hingga 2.5 degrees Celsius di atas rata-rata. Tekanan terhadap terumbu karang diperkirakan berla…
Terbaru di Gaya Hidup

Berita utama hari ini

Baca juga





