Kabar18.com

Kamis, 5 November 2026

BPOM Telusuri Dugaan Insektisida pada Ikan Asin di Indonesia

BPOM menelusuri dugaan penggunaan insektisida pada ikan asin untuk mengusir lalat saat pengeringan. UPT daerah diminta melacak asal produk dan mengedukasi pihak terkait.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seorang wanita bertopi caping menata nampan berisi ikan yang sedang dijemur di bawah sinar matahari.
Ilustrasi: Seorang wanita bertopi caping menata nampan berisi ikan yang sedang dijemur di bawah sinar matahari. · Foto: Quang Nguyen Vinh / Pexels

Jakarta — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menelusuri dugaan penggunaan cairan pembasmi serangga atau insektisida pada ikan asin di Indonesia pada 4 November 2026. Cairan itu diduga digunakan untuk mengusir lalat selama proses pengeringan.

BPOM telah menginstruksikan unit pelaksana teknis (UPT) di daerah untuk menelusuri asal produk yang menjadi perhatian publik serta melakukan edukasi kepada pihak terkait. Lembaga tersebut juga mengingatkan bahwa insektisida, termasuk produk pembasmi serangga rumah tangga, tidak diperbolehkan digunakan dalam pengolahan makanan.

Penggunaan insektisida pada ikan asin berpotensi menyebabkan kontaminasi bahan kimia berbahaya yang dapat ikut tertelan ketika pangan dikonsumsi. Besarnya risiko kesehatan bergantung pada jenis bahan aktif, tingkat paparan, dan kondisi penggunaannya.

Penelusuran diperlukan untuk melindungi konsumen

Informasi mengenai dugaan penggunaan insektisida menjadi perhatian BPOM karena bahan tersebut tidak diperuntukkan bagi pangan. Penelusuran asal produk diperlukan untuk mengidentifikasi sumber dugaan pelanggaran dan menentukan tindak lanjut pengawasan.

BPOM mengimbau masyarakat memilih pangan dari sumber tepercaya. Namun, lembaga itu menegaskan dugaan penggunaan bahan berbahaya pada satu kasus tidak dapat digeneralisasi terhadap seluruh ikan asin yang beredar di pasaran.

BPOM juga menyatakan produk yang diketahui atau diduga terpapar bahan berbahaya perlu dilarang diedarkan untuk melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Gaya Hidup

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.