Demonstrasi Biaya Hidup Berlanjut, Bentrokan Pecah di Paris
Demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup berlangsung di berbagai wilayah Prancis pada 7 November 2026. Bentrokan dengan polisi pecah di Paris pada akhir aksi.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Paris — Ribuan orang berdemonstrasi di berbagai wilayah Prancis pada Sabtu, 7 November 2026, untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Bentrokan antara polisi dan sebagian demonstran pecah di Paris pada akhir aksi, menurut laporan AFP dan Al Jazeera.
Aksi tersebut menjadi akhir pekan keempat berturut-turut demonstrasi terkait meningkatnya biaya hidup. Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebut 146.000 orang mengikuti demonstrasi di seluruh negeri, termasuk 46.000 orang di Paris. Serikat pekerja memperkirakan jumlah yang lebih tinggi, yakni 250.000 demonstran secara nasional dan 75.000 di ibu kota.
Di Paris, serikat pekerja menggelar pawai dari Place de la République menuju Place de la Nation. Polisi menggunakan gas air mata setelah sebagian orang melempar benda dan kembang api rakitan ke arah aparat. Polisi mengatakan kelompok berjumlah 200 orang menyerang petugas ketika aparat menangkap seorang pria yang membakar tempat sampah.
Aksi Prancis menyoroti tekanan biaya hidup dan keamanan publik
Demonstrasi yang bermula dari protes mahasiswa kemudian melibatkan serikat pekerja, buruh, dan pendukung gerakan rompi kuning. Tuntutan yang disebut dalam laporan mencakup kenaikan upah, daya beli yang lebih baik, serta investasi lebih besar untuk pendidikan dan layanan publik.
Perbedaan data peserta menunjukkan bahwa jumlah massa bergantung pada sumber penghitungannya. Angka 146.000 dan 46.000 berasal dari Kementerian Dalam Negeri Prancis, sedangkan angka 250.000 dan 75.000 berasal dari serikat pekerja.
Al Jazeera melaporkan sekitar 70.000 personel keamanan dikerahkan di seluruh Prancis. Laporan itu juga menyebut bentrokan terjadi meskipun jumlah peserta lebih rendah dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Rangkaian aksi berkaitan dengan memburuknya standar hidup dan keluhan terhadap kondisi ekonomi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Internasional
Wartawan Al Jazeera dan Euronews Diserang Saat Liput Kerusuhan Prancis
Wartawan Al Jazeera dan kru Euronews mengalami intimidasi hingga kekerasan saat meliput kerusuhan serta penjarahan di Prancis pada 17 Oktober 2026.
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga



