Trump Salahkan Imigrasi atas Kerusuhan Protes di Prancis
Donald Trump menyalahkan imigrasi atas kerusuhan protes di Prancis dan mendesak pengetatan migrasi. Kerusuhan itu berujung pada 1.800 penangkapan.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Paris — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan imigrasi atas kerusuhan dalam aksi protes di Prancis pada Minggu, 18 Oktober 2026, dan mendesak negara itu menutup perbatasan serta memperketat kendali migrasi.
Trump menyampaikan tudingan tersebut melalui unggahan di Truth Social. Ia mengatakan imigrasi orang-orang dari dunia yang berbeda telah menghancurkan Prancis dan menyerukan agar pemerintah negara itu mengambil kendali sebelum terlambat.
Kerusuhan terjadi setelah demonstrasi yang semula dipicu persoalan biaya hidup dan kondisi sekolah berkembang menjadi aksi nasional. Massa merusak serta membakar sejumlah bangunan dan berhadapan dengan polisi di beberapa kota Prancis.
Menurut laporan CNBC Indonesia, kerusuhan itu menyebabkan sebuah balai kota bersejarah terbakar dan sekitar 1.800 orang ditangkap. Laporan NPR juga menyebut otoritas Prancis mencatat 1.800 penangkapan. Pemerintah dan kepolisian Prancis tidak mengaitkan kerusuhan itu dengan imigran, melainkan menyebut kelompok kiri radikal dan pelaku penjarahan sebagai bagian dari kekerasan.
Kerusuhan Prancis menambah tekanan terhadap Macron
Pernyataan Trump muncul ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron menghadapi tekanan politik akibat kerusakan luas dan kekerasan selama protes. Macron mengecam kekerasan serta menyatakan pihak yang menjarah dan berupaya merusak republik akan dimintai pertanggungjawaban.
Demonstrasi tersebut diikuti ratusan ribu orang di berbagai wilayah Prancis. Aksi bermula dari protes pelajar terkait absensi guru dan buruknya fasilitas sekolah, lalu meluas menjadi gerakan yang menyoroti ketimpangan, biaya hidup, serta layanan publik.
Bagi pembaca Indonesia, perkembangan ini menunjukkan bagaimana isu migrasi dapat masuk ke dalam perdebatan politik ketika protes sosial berubah menjadi kerusuhan. Peristiwa di Prancis juga menjadi perkembangan dunia yang relevan untuk memantau arah kebijakan migrasi dan stabilitas politik negara mitra Eropa.
Macron dijadwalkan menyampaikan pidato kepada rakyat Prancis setelah mengadakan pertemuan darurat dengan pejabat pemerintah. Laporan yang tersedia menyebut pemerintah Prancis berupaya menangani kekerasan dan kerusakan akibat aksi tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Trump Pertimbangkan Sanksi Dilonggarkan, Brent Turun di Beijing
Harga minyak mentah Brent turun menjadi US$104,67 per barel pada 15 Oktober 2026 setelah Amerika Serikat mempertimbangkan pelonggaran sanksi kapal arm…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga



