Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

Gil Orense Bahas Kampus AI-Native dalam Forum Pendidikan Bali

Gil Orense memaparkan konsep kampus AI-native di Bali. Model ini mengintegrasikan AI ke pengajaran, riset, dan operasional dengan perhatian pada keamanan data, etika, serta evaluasi dampak.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Interior perpustakaan bertingkat berdinding kayu dengan rak buku luas dan beberapa orang duduk.
Ilustrasi: Interior perpustakaan bertingkat berdinding kayu dengan rak buku luas dan beberapa orang duduk. · Foto: mehmetakifarts / Pexels

Bali — Gil Orense memperkenalkan konsep kampus AI-native dalam rangkaian QS Higher Education Summit: Asia Pacific 2026 di Bali International Convention Centre, Selasa (3/11). Gagasan itu menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian terpadu dari pengajaran, riset, dan operasional perguruan tinggi.

Orense, Founding Research Fellow of Amazing Research Labs sekaligus mahasiswa doktoral data science di Asian Institute of Management, Makati, Filipina, menyampaikan konsep tersebut dalam sesi “Spotlight Sessions: AI and Innovation”. Menurut dia, perguruan tinggi perlu mengintegrasikan AI secara menyeluruh dengan tetap berpedoman pada pertimbangan akademis serta evaluasi kontribusinya terhadap misi universitas.

Penerapannya mencakup penggunaan AI oleh dosen untuk mengajar, memeriksa tugas mahasiswa, dan melakukan riset. Staf serta pejabat kampus juga dapat memanfaatkannya untuk menyusun kebijakan dan menjalankan operasional kelembagaan. Model tersebut tetap memperhatikan keamanan data dan etika penggunaan AI.

Kampus AI-native menuntut infrastruktur dan evaluasi bersama

Orense mengusulkan lima pilar yang saling terhubung untuk membangun kampus AI-native. Pilar itu mencakup pembelajaran berbantuan AI, riset yang dipercepat AI, operasional cerdas, ekosistem inovasi, serta infrastruktur bersama. Infrastruktur tersebut meliputi layanan data yang aman, alat ukur evaluasi, dan model AI yang telah disetujui.

Dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menggunakan AI, tetapi kemampuan berpikir mandiri tetap perlu diuji. Riset yang memanfaatkan AI juga harus menjaga verifikasi, keterulangan penelitian, dan transparansi metode. Setiap inisiatif AI perlu dievaluasi untuk memastikan teknologi itu membantu pencapaian tujuan akademik.

QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 berlangsung pada 3–5 November 2026 di Bali. BINUS University menjadi tuan rumah, sedangkan Universitas Padjadjaran dan The Education University of Hong Kong menjadi co-host. Forum tersebut membahas inovasi, AI, keterampilan, dan kolaborasi lintas negara dalam pendidikan tinggi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.