Gil Orense Bahas Kampus AI-Native dalam Forum Pendidikan Bali
Gil Orense memaparkan konsep kampus AI-native di Bali. Model ini mengintegrasikan AI ke pengajaran, riset, dan operasional dengan perhatian pada keamanan data, etika, serta evaluasi dampak.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Bali — Gil Orense memperkenalkan konsep kampus AI-native dalam rangkaian QS Higher Education Summit: Asia Pacific 2026 di Bali International Convention Centre, Selasa (3/11). Gagasan itu menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian terpadu dari pengajaran, riset, dan operasional perguruan tinggi.
Orense, Founding Research Fellow of Amazing Research Labs sekaligus mahasiswa doktoral data science di Asian Institute of Management, Makati, Filipina, menyampaikan konsep tersebut dalam sesi “Spotlight Sessions: AI and Innovation”. Menurut dia, perguruan tinggi perlu mengintegrasikan AI secara menyeluruh dengan tetap berpedoman pada pertimbangan akademis serta evaluasi kontribusinya terhadap misi universitas.
Penerapannya mencakup penggunaan AI oleh dosen untuk mengajar, memeriksa tugas mahasiswa, dan melakukan riset. Staf serta pejabat kampus juga dapat memanfaatkannya untuk menyusun kebijakan dan menjalankan operasional kelembagaan. Model tersebut tetap memperhatikan keamanan data dan etika penggunaan AI.
Kampus AI-native menuntut infrastruktur dan evaluasi bersama
Orense mengusulkan lima pilar yang saling terhubung untuk membangun kampus AI-native. Pilar itu mencakup pembelajaran berbantuan AI, riset yang dipercepat AI, operasional cerdas, ekosistem inovasi, serta infrastruktur bersama. Infrastruktur tersebut meliputi layanan data yang aman, alat ukur evaluasi, dan model AI yang telah disetujui.
Dalam pembelajaran, mahasiswa dapat menggunakan AI, tetapi kemampuan berpikir mandiri tetap perlu diuji. Riset yang memanfaatkan AI juga harus menjaga verifikasi, keterulangan penelitian, dan transparansi metode. Setiap inisiatif AI perlu dievaluasi untuk memastikan teknologi itu membantu pencapaian tujuan akademik.
QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 berlangsung pada 3–5 November 2026 di Bali. BINUS University menjadi tuan rumah, sedangkan Universitas Padjadjaran dan The Education University of Hong Kong menjadi co-host. Forum tersebut membahas inovasi, AI, keterampilan, dan kolaborasi lintas negara dalam pendidikan tinggi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Aksi Jual Saham Teknologi Menekan Wall Street dan Pasar Asia
Wall Street tertekan setelah investor mencemaskan dampak kemenangan Partai Demokrat terhadap pengawasan dan pembangunan pusat data kecerdasan buatan.
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





