Harga Minyak Tembus US$100, Risiko Inflasi Indonesia Naik
Harga minyak dunia yang menembus US$100 per barel menambah risiko inflasi dan pelemahan rupiah. BPS mencatat inflasi tahunan Agustus 2026 sebesar 3,19 persen, naik dari 2,88 persen pada Juli.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Harga minyak dunia menembus US$100 per barel dan meningkatkan risiko inflasi serta pelemahan nilai tukar rupiah di Indonesia pada Rabu, 23 September 2026.
Bisnis.com melaporkan kenaikan harga minyak mentah dunia hingga US$100 per barel menambah tekanan terhadap perekonomian Indonesia. Tekanan tersebut terutama berkaitan dengan risiko inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Data Bank Indonesia menunjukkan inflasi Indonesia pada Agustus 2026 sebesar 3,19 persen secara tahunan, meningkat dari 2,88 persen pada Juli 2026. Data itu juga tercantum dalam laporan Republika yang mengutip Badan Pusat Statistik (BPS).
Mengapa kenaikan harga minyak penting bagi Indonesia
Kenaikan harga minyak berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia karena energi menjadi bagian penting dalam biaya transportasi dan kegiatan usaha. Ketika harga minyak dunia naik, tekanan terhadap biaya dapat meningkat dan berisiko memengaruhi inflasi.
Perubahan harga minyak juga dapat memengaruhi nilai tukar rupiah. Bisnis.com menyebut harga minyak dunia yang menembus US$100 per barel meningkatkan risiko pelemahan rupiah di Indonesia.
Angka inflasi Agustus 2026 menunjukkan tekanan harga tahunan lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. BPS mencatat inflasi Agustus 2026 sebesar 3,19 persen secara tahunan, sedangkan inflasi Juli 2026 mencapai 2,88 persen.
Belum ada keterangan dalam laporan yang digunakan mengenai kebijakan atau langkah lanjutan pemerintah dan Bank Indonesia setelah harga minyak menembus US$100 per barel.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Trump Berterima Kasih kepada Indonesia dalam Pidato PBB
Donald Trump menyebut Indonesia saat berterima kasih kepada negara-negara yang berkomitmen membantu stabilisasi Gaza dalam pidatonya di Sidang PBB, Ne…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga



