Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

Pramono Tawarkan Investasi dan Pembangkit Sampah di Jakarta

Pramono Anung menawarkan investasi di ekonomi kreatif, transportasi, dan sampah. Pemprov DKI menyiapkan fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah di tiga lokasi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan pecahan kaca dan botol kaca hijau di fasilitas daur ulang terbuka di bawah langit berawan.
Ilustrasi: Tumpukan pecahan kaca dan botol kaca hijau di fasilitas daur ulang terbuka di bawah langit berawan. · Foto: Keegan Checks / Pexels

Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak investor menanamkan modal di Jakarta pada 8 November 2026, dengan menawarkan peluang di sektor ekonomi kreatif, transportasi, dan pengelolaan sampah.

Ajakan itu disampaikan dalam acara High Tea Reception Hosted by East Ventures X Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta. Pramono menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terbuka terhadap kerja sama investasi sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta kota global.

Selain ekonomi kreatif, peluang yang ditawarkan mencakup pengembangan transportasi, penanganan polusi udara, dan pengelolaan sampah. Pramono juga menyebut East Ventures sebagai mitra strategis untuk menghubungkan dan mengembangkan perusahaan rintisan, talenta digital, serta usaha mikro, kecil, dan menengah di Jakarta.

Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari. Untuk menangani volume tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah di tiga lokasi. Pemerintah daerah menargetkan persoalan pembuangan sampah di Jakarta dapat terbebas pada 2028.

Investasi dan pengelolaan sampah menjadi agenda kota global

Tawaran investasi tersebut penting bagi pembaca karena menghubungkan agenda pengembangan ekonomi Jakarta dengan kebutuhan infrastruktur perkotaan. Sektor yang disebut mencakup ekonomi kreatif, transportasi, polusi udara, dan sampah, sehingga kerja sama yang ditawarkan tidak hanya berkaitan dengan usaha rintisan.

Rencana fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah menjadi bagian dari konteks pengelolaan sampah Jakarta. Laporan yang tersedia juga menyebut Jakarta telah memiliki fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel di Rorotan, Jakarta Utara, serta menjalankan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Pramono berharap pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah di tiga lokasi, pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel di Rorotan, dan penguatan pemilahan sampah dapat membantu menangani persoalan sampah Jakarta. Target yang disebut adalah Jakarta terbebas dari persoalan pembuangan sampah pada 2028.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.