Pramono Tawarkan Investasi dan Pembangkit Sampah di Jakarta
Pramono Anung menawarkan investasi di ekonomi kreatif, transportasi, dan sampah. Pemprov DKI menyiapkan fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah di tiga lokasi.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak investor menanamkan modal di Jakarta pada 8 November 2026, dengan menawarkan peluang di sektor ekonomi kreatif, transportasi, dan pengelolaan sampah.
Ajakan itu disampaikan dalam acara High Tea Reception Hosted by East Ventures X Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta. Pramono menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terbuka terhadap kerja sama investasi sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta kota global.
Selain ekonomi kreatif, peluang yang ditawarkan mencakup pengembangan transportasi, penanganan polusi udara, dan pengelolaan sampah. Pramono juga menyebut East Ventures sebagai mitra strategis untuk menghubungkan dan mengembangkan perusahaan rintisan, talenta digital, serta usaha mikro, kecil, dan menengah di Jakarta.
Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari. Untuk menangani volume tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah di tiga lokasi. Pemerintah daerah menargetkan persoalan pembuangan sampah di Jakarta dapat terbebas pada 2028.
Investasi dan pengelolaan sampah menjadi agenda kota global
Tawaran investasi tersebut penting bagi pembaca karena menghubungkan agenda pengembangan ekonomi Jakarta dengan kebutuhan infrastruktur perkotaan. Sektor yang disebut mencakup ekonomi kreatif, transportasi, polusi udara, dan sampah, sehingga kerja sama yang ditawarkan tidak hanya berkaitan dengan usaha rintisan.
Rencana fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah menjadi bagian dari konteks pengelolaan sampah Jakarta. Laporan yang tersedia juga menyebut Jakarta telah memiliki fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel di Rorotan, Jakarta Utara, serta menjalankan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Pramono berharap pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah di tiga lokasi, pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel di Rorotan, dan penguatan pemilahan sampah dapat membantu menangani persoalan sampah Jakarta. Target yang disebut adalah Jakarta terbebas dari persoalan pembuangan sampah pada 2028.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
Orang Tua Jakarta Diminta Kenali Potensi Anak Tanpa Membandingkan
Orang tua di Jakarta dianjurkan mengamati minat, kemampuan, dan respons anak tanpa menjadikan anak lain sebagai pembanding. Pemetaan talenta disebut s…
Terbaru di Pemerintahan

Berita utama hari ini

Baca juga




