HPI NTT Minta Evaluasi Keselamatan Kapal di Labuan Bajo
HPI NTT meminta evaluasi kelayakan kapal, keberangkatan, dan pelatihan keselamatan awak setelah KM Feronia tenggelam di Pulau Tatawa. Sebanyak 29 orang selamat.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Himpunan Pramuwisata Indonesia Nusa Tenggara Timur meminta evaluasi kelayakan kapal dan mekanisme keberangkatan kapal wisata serta pelatihan keselamatan berkala bagi awak kapal pada 15 Oktober 2026, setelah KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Manggarai Barat.
HPI NTT menyoroti dugaan prosedur keselamatan yang tidak dijalankan dalam insiden tersebut. Organisasi itu menyatakan pengawasan keselamatan pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo perlu diperketat, sementara penyebab kecelakaan tetap menunggu penyelidikan pihak berwenang.
KM Feronia merupakan kapal tradisional berukuran 51 gross tonnage (GT). Kapal bertolak dari Pelabuhan Marina menuju Dermaga Pulau Rinca pada Selasa, 13 Oktober 2026. Sekitar pukul 14.30 WITA, kapal melintasi pusaran arus di perairan Pulau Tatawa, kemudian miring, terbalik, dan tenggelam.
Kapal mengangkut 30 orang yang terdiri atas lima anak buah kapal dan 25 penumpang. Sebanyak 29 orang selamat, sedangkan seorang penumpang bernama Veronica Beatrix Jessica, 23 tahun, masih dalam pencarian pada hari kedua operasi pencarian dan pertolongan, Rabu, 14 Oktober 2026.
Pengawasan keselamatan menentukan kepercayaan wisata Labuan Bajo
Permintaan HPI NTT menyasar tiga aspek, yakni kelayakan kapal, mekanisme keberangkatan, dan pelatihan keselamatan berkala bagi nakhoda serta awak kapal. Langkah tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan wisatawan dan pekerja kapal yang menggunakan rute wisata Labuan Bajo.
Tim SAR gabungan mengevakuasi 29 orang dari kapal yang membawa total 30 orang. Arus laut dan jarak pandang menjadi kendala dalam pencarian korban yang belum ditemukan.
HPI NTT mendorong evaluasi dilakukan setelah insiden KM Feronia. Penyebab kecelakaan harus menunggu penyelidikan pihak berwenang. Keputusan lanjutan yang ada berupa permintaan evaluasi dan pelatihan keselamatan tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
KM Binaiya Berlayar dari Makassar ke Labuan Bajo
KM Binaiya dijadwalkan tiba di Makassar pada 3 Oktober 2026 dan melanjutkan pelayaran ke Labuan Bajo pada 4 Oktober. Kapal singgah dalam rangkaian Voy…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





