Kabar18.com

Kamis, 15 Oktober 2026

IHSG Menguat ke 5.943,02, Pasar Cermati Inflasi AS

IHSG menguat 0,29 persen ke level 5.943,02 pada Rabu (14/10/2026). Investor mencermati data CPI Amerika Serikat periode September 2026 dan sentimen MSCI.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan grafik candlestick saham berwarna merah dan hijau dengan latar belakang gelap.
Ilustrasi: Tampilan grafik candlestick saham berwarna merah dan hijau dengan latar belakang gelap. · Foto: Rafael Minguet Delgado / Pexels

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (14/10/2026) ke level 5.943,02. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penguatan indeks sebesar 0,29 persen atau 17,04 poin.

Pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis (15/10/2026) diperkirakan dipengaruhi penantian data inflasi Amerika Serikat (AS) dan sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pasar mencermati rilis data indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) AS periode September 2026.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menyebut perhatian pasar tertuju pada data CPI AS tersebut.

Data AS dan MSCI Menentukan Arah Perdagangan

Data inflasi AS menjadi perhatian karena hasilnya dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve. Inflasi yang berada di atas perkiraan berisiko memperkuat dolar AS serta menekan rupiah dan aliran dana asing ke pasar negara berkembang.

Selain faktor inflasi, pelaku pasar mencermati perkembangan geopolitik dan evaluasi MSCI yang dijadwalkan pada November mendatang. Morgan Stanley Capital International merupakan penyedia indeks yang menjadi salah satu acuan investor dalam menilai pasar saham global.

Kontan melaporkan IHSG berada dalam fase turun dan diperkirakan bergerak fluktuatif. Perdagangan juga dipengaruhi harga minyak yang masih tinggi, penantian data inflasi AS, serta antisipasi investor terhadap tinjauan MSCI. Untuk Kamis (15/10/2026), salah satu proyeksi menempatkan IHSG pada rentang 5.888-5.991.

Investor perlu mencermati rilis data CPI AS serta perkembangan sentimen MSCI pada perdagangan berikutnya. Kedua faktor tersebut disebut dalam laporan sumber sebagai agenda yang dapat memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.