Jakarta Perkuat Pendampingan Digitalisasi Pasar
Indeks inklusi keuangan DKI Jakarta mencapai 99,74 persen dalam SNLIK 2026. Pemerintah daerah dan mitra industri memperkuat pendampingan digitalisasi bagi pedagang pasar dan UMKM.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Jakarta, dan industri jasa keuangan memperkuat pendampingan digitalisasi pasar untuk pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 23 Oktober 2026.
Langkah itu dilakukan setelah hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks inklusi keuangan DKI Jakarta sebesar 99,74 persen. Indeks literasi keuangannya mencapai 84,01 persen. Data tersebut menempatkan Jakarta sebagai provinsi dengan indeks inklusi dan literasi keuangan tertinggi secara nasional.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan perluasan akses keuangan perlu diikuti pendampingan dan pemberdayaan. Tujuannya agar layanan keuangan dapat digunakan pedagang untuk mengelola usaha, memperluas peluang pembiayaan, dan meningkatkan daya saing.
Program digitalisasi pasar inklusif yang dijalankan pemerintah daerah bersama mitra industri telah menjangkau 93 pasar. Program itu memfasilitasi pembukaan 1.146 rekening, mendukung akses pembiayaan bagi 99 debitur, serta menghadirkan 139 agen layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai) dan 1.283 merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Inklusi keuangan Jakarta perlu berujung pada manfaat usaha
Tingginya akses terhadap layanan keuangan belum cukup jika tidak disertai pemahaman dan penggunaan yang sesuai kebutuhan usaha. Pedagang pasar dan pelaku UMKM menjadi sasaran pendampingan karena membutuhkan edukasi yang terkait langsung dengan pengelolaan transaksi, pembiayaan, dan pengembangan usaha.
Kolaborasi pemerintah daerah, regulator, Bank Jakarta, dan industri jasa keuangan diarahkan untuk memperluas akses formal sekaligus memastikan layanan digital dapat dimanfaatkan secara produktif dan aman. Program digitalisasi pasar inklusif disebut perlu dilanjutkan secara berkala agar manfaatnya dirasakan berkelanjutan oleh pedagang.
Jakarta berada di atas angka tersebut dengan capaian 99,74 persen.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
OJK Laporkan Kredit Perbankan Tumbuh 13,69 Persen pada Agustus 2026
Otoritas Jasa Keuangan melaporkan kredit perbankan tumbuh 13,69 persen secara tahunan pada Agustus 2026 dan menyebutnya sebagai pertumbuhan tertinggi…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





