Kabut Asap Indonesia Picu Penutupan Sekolah di Timor-Leste
Pemerintah Timor-Leste menutup sekolah selama tiga hari mulai 15 Oktober 2026 setelah kabut asap dari kebakaran Indonesia memperburuk kualitas udara. Warga diminta membatasi aktivitas luar ruang.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Dili — Pemerintah Timor-Leste menutup sekolah selama tiga hari mulai Kamis, 15 Oktober 2026, setelah kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia memperburuk kualitas udara di negara itu.
Kementerian Pendidikan dan Kementerian Administrasi Negara Timor-Leste menyatakan penghentian kegiatan sekolah dilakukan untuk melindungi kesehatan siswa, guru, serta anggota komunitas pendidikan lainnya. Pemerintah juga meminta keluarga menjaga anak-anak tetap berada di dalam rumah dan menyarankan warga menggunakan masker atau perlindungan pernapasan ketika harus keluar.
Kabut asap tersebut berdampak ke sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, Filipina, dan Timor-Leste. Di Dili, aktivitas warga tetap berlangsung, tetapi langit tampak kekuningan dan banyak orang mengenakan masker.
Penutupan sekolah menunjukkan dampak lintas batas
Bagi pembaca di Indonesia, keputusan Timor-Leste memperlihatkan dampak regional dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia. Kabut asap tidak hanya menurunkan kualitas udara di wilayah yang terbakar, tetapi juga terbawa melintasi perbatasan dan memengaruhi kegiatan pendidikan serta kesehatan masyarakat negara tetangga.
Kebakaran melanda kawasan Sumatra, Kalimantan, dan Papua, dengan luas kebakaran mencapai ratusan ribu hektare. Fenomena El Nino memperkuat kondisi kering dan memperburuk kebakaran. Pemerintah Timor-Leste mengumumkan penutupan sekolah pada Rabu, 14 Oktober 2026, sebelum kebijakan itu mulai berlaku pada Kamis.
Pemerintah meminta masyarakat mengurangi paparan di luar ruangan selama kualitas udara memburuk.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
Hanif Sebut El Nino Dorong Karhutla di Indonesia
Hanif Faisol Nurofiq menyebut El Nino yang cukup panjang dan suhu tinggi turut mendorong karhutla. Pernyataan itu disampaikan setelah rapat penanganan…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga



