Kabar18.com

Sabtu, 31 Oktober 2026

Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas, Bukan Sekadar Bertambah Jumlah

Pemerintah mengarahkan pengembangan UMKM pada peningkatan skala usaha. Rosan Roeslani menyebut sekitar 60 juta UMKM perlu tumbuh menjadi usaha kecil, menengah, hingga besar.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampak atas meja putar tembikar beserta spons, wadah air, dan alat pembentuk tanah liat.
Ilustrasi: Tampak atas meja putar tembikar beserta spons, wadah air, dan alat pembentuk tanah liat. · Foto: Anastasia Shuraeva / Pexels

Jakarta — Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas pada 29 Oktober 2026 dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Jakarta.

Mengapa ini penting: Pelaku UMKM mendapat arah pengembangan menuju skala usaha lebih besar, sementara Kadin akan memantau delapan kelompok kerja setiap tiga bulan.

Rosan mengatakan pemerintah tidak seharusnya hanya mengukur keberhasilan dari jumlah UMKM. Ia berharap sebagian pelaku usaha berkembang menjadi usaha kecil, menengah, hingga besar sehingga jumlah UMKM berkurang karena skala bisnisnya meningkat.

Target penurunan jumlah

Menurut laporan Bisnis.com dan VIVA, Rosan menyebut jumlah UMKM saat ini sekitar 60 juta unit. Ia memberi gambaran jumlah itu dapat turun menjadi 50 juta pada tahun berikutnya dan 40 juta pada tahun selanjutnya, bukan karena pelaku usaha berhenti, melainkan karena sebagian naik kelas.

Rosan juga menekankan peran pengusaha besar dalam memberikan pendampingan dan membangun kemitraan dengan UMKM. Pengembangan skala usaha tersebut diarahkan agar pelaku usaha memiliki kapasitas lebih besar dan dapat masuk ke rantai pasok global.

Program Kadin

Kadin Indonesia menyiapkan delapan kelompok kerja untuk mendorong UMKM naik kelas, memperkuat rantai pasok nasional, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia. Menurut Liputan6.com, kelompok kerja itu mencakup peningkatan kapasitas usaha, rantai nilai, infrastruktur dan logistik, ekspor, hilirisasi, produktivitas sumber daya manusia, adopsi teknologi, serta diplomasi ekonomi.

Kadin akan memantau pelaksanaan program tersebut setiap tiga bulan. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diperlukan agar UMKM memperoleh akses terhadap investasi, produksi, dan pasar internasional.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.