Kabar18.com

Senin, 19 Oktober 2026

Kapolda Metro Dorong Literasi AI di Sekolah Jakarta Selatan

Kapolda Metro Jaya mendorong literasi kecerdasan artifisial melalui program Polisi Peduli Pendidikan di sekolah Muhammadiyah, Jakarta Selatan. Sekolah juga diminta mengoptimalkan laboratorium AI.

Oleh

· 2 menit baca

Jakarta Selatan — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto mendorong literasi kecerdasan artifisial bagi siswa melalui program Polisi Peduli Pendidikan di sekolah Muhammadiyah, Jakarta Selatan, Senin, 19 Oktober 2026.

Dalam kunjungan ke SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru dan SMP Muhammadiyah 9 Jakarta, Dadang menekankan pentingnya siswa memahami kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di tengah perkembangan teknologi digital. Program tersebut juga diarahkan untuk membangun karakter dan mendukung proses pembelajaran.

Kapolda mendorong sekolah mengoptimalkan laboratorium AI sebagai sarana pengenalan teknologi, pengembangan pengetahuan, serta pelatihan keterampilan komunikasi anak sejak usia sekolah dasar. Guru diminta memberi ruang kepada siswa untuk bertanya, bereksplorasi, dan memahami konsep dasar melalui pembelajaran yang sederhana, menarik, dan berulang.

Kunjungan itu diisi interaksi dengan siswa melalui pertanyaan dan kuis mengenai pengetahuan umum, tugas kepolisian, matematika, serta pendidikan agama. Kegiatan tersebut digunakan untuk melatih keberanian berbicara dan kemampuan berpikir siswa.

Literasi AI diperkenalkan melalui pembelajaran sekolah

Polisi Peduli Pendidikan menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kedekatan dengan anak-anak sekaligus mendukung guru dan orang tua dalam menyiapkan generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Menurut penjelasan dalam laporan, rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir logis anak dapat dikembangkan dari pertanyaan sehari-hari, termasuk bagaimana mesin dapat berbicara atau bagaimana telepon seluler menghubungkan komunikasi tanpa kabel. Pertanyaan semacam itu menjadi pintu masuk untuk melatih pola pikir kritis.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda juga mengajak tenaga pendidik mengutamakan pembelajaran yang fokus dan mudah dipahami. Materi yang terlalu padat dinilai tidak perlu dibebankan kepada anak dalam proses belajar.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.