Kabar18.com

Rabu, 21 Oktober 2026

Sekitar 100 Anak Diduga Keracunan MBG di Kota Cirebon

Sekitar 100 anak di Kota Cirebon diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis. Mereka dirawat di empat rumah sakit dan sampel makanan diperiksa di laboratorium.

Oleh

· 2 menit baca

Cirebon — Sekitar 100 anak di Kota Cirebon, Jawa Barat, mendapat perawatan di empat rumah sakit pada Selasa, 20 Oktober 2026, setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para korban ditangani di RS Siloam Putera Bahagia, RSD Gunung Jati, RS Ciremai, dan RS Cahaya Bunda. Laporan menyebutkan keluhan yang muncul antara lain mual, pusing, muntah-muntah, sakit perut, dan diare.

Anak-anak yang terdampak berasal dari sejumlah penerima manfaat di wilayah Kalijaga, Kota Cirebon, termasuk siswa sekolah dasar, taman kanak-kanak, serta anak yang terdata melalui posyandu. Pendataan korban masih menggunakan perkiraan sekitar 100 anak.

Menu yang dikonsumsi disebut berupa sayur sop dan telur puyuh. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lanjutan, sehingga penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum diketahui.

Kasus Cirebon menguji pengawasan program makan sekolah

Peristiwa ini perlu diperhatikan pembaca karena menyangkut keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis yang menyasar anak-anak. Penanganan di empat rumah sakit menunjukkan bahwa dugaan gangguan kesehatan berdampak pada penerima manfaat di beberapa kelompok usia dan lokasi layanan.

Sejumlah laporan lanjutan menyebut operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga ditangguhkan sementara untuk penanganan dan evaluasi. Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Cirebon juga disebut menjatuhkan sanksi penangguhan kepada pihak penyedia makanan.

Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan menjadi tahap berikutnya untuk menentukan penyebab kejadian. Sebelum hasil pemeriksaan keluar, telur puyuh atau menu tertentu belum dapat dinyatakan sebagai penyebab. Pendataan pasien di rumah sakit juga diperlukan untuk memutakhirkan jumlah korban dan memastikan seluruh anak memperoleh penanganan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.